Kebayoran > Usaha

7 Alasan Pebisnis Online Harus Membuka Toko Offline

Senin, 19 Juni 2017 16:37 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

Pebisnis online
Ilustrasi
Foto : istimewa

Share this








Membuka toko offline adakalanya menjadi poin penting guna mendukung bisnis online yang sedang Anda jalankan.

JAKARTA - Khusus bagi Anda pebisnis online yang memulai bisnis di Internet, apakah Anda sudah terpikir untuk membuka toko di dunia nyata? Atau justru Anda berpikir, “buat apa?” Maka, tujuh alasan berikut mungkin bisa merubah pandangan Anda tentang proses berjualan online yang maksimal.

1. Kepercayaan

Toko yang berwujud di dunia nyata dapat meningkatkan kepercayaan calon pembeli Anda. Mereka tahu bahwa toko Anda bukan abal-abal dan tiba-tiba menghilang jika ada transaksi yang bermasalah. Akan lebih terpercaya lagi apabila toko Anda dilengkapi nomor telepon area lokal.

2. Perluasan Pasar

Melalui toko di dunia nyata, berarti terbukanya jalur baru untuk pemasukan Anda. Contohnya, jika ada toko online yang membuka toko di dekat rumah. Saya yakin, Anda tidak akan melakukan transaksi secara online lagi untuk kebutuhan itu. Anda mungkin lebih memilih datang ke toko tersebut, pegang barang secara langsung, dan kembali ke rumah dengan membawa barang yang Anda inginkan. Sebab, hal ini memang jauh lebih cepat daripada menunggu jasa pengiriman barang.

3. Memudahkan Pelayanan

Cukup dengan datang ke toko Anda, pelanggan akan sangat mudah melakukan retur barang, klaim garansi, minta panduan produk, dan hal lainnya. Mereka tidak perlu menunggu beberapa hari untuk diproses. Pelayanan after sales Anda jadi yang terbaik di mata pelanggan. Meski toko online melakukan hal serupa, apakah bisa mengalahkan kecepatan dan kemudahan pelayanan di toko offline?

4. Menarik Investor

Sebuah toko yang terpercaya biasanya selalu didatangi oleh investor. Toko offline yang menarik dapat meningkatkan kepercayaan pihak lain karena toko Anda terlihat selalu ramai dikunjungi. Pihak investor bisa melakukan survei terhadap usaha yang Anda jalankan.

Baca Juga : Jelang Lebaran, Penjualan Mobil Bekas di Kelapa Gading Lesu

5. Membentuk Ciri Khas

Toko online pada umumnya sama. Ada daftar produk, keranjang belanjaan, opsi cara pembayaran dan jasa pengiriman barang. Yang beda biasanya hanya pada template-nya saja. Toko offline bisa berbeda-beda. Anda bisa menciptakan tren sendiri dan membuat toko Anda berbeda dengan yang lainnya. Tentunya, hal itu tergantung dari daya imajinasi, kreatifitas, dan tentu saja budget Anda.

6. Membuat Acara yang Interaktif

Event-event yang menarik dapat memikat calon pelanggan. Misalnya lomba band di halaman parkiran toko alat musik anda, atau lomba mewarna di depan toko alat tulis, atau bisa juga memberikan fasilitas permainan anak-anak di toko peralatan balita. Atau bisa berupa diskon untuk setiap pembelian produk tertentu dengan membawa kartu member toko Anda.  Semuanya sangat mungkin dilakukan di toko offline.

7. Lebih Mudah Mengenal Pelanggan

Dengan toko offline, Anda bisa bertatap muka dengan pengunjung. Pada saat itulah, Anda dapat dengan mudah meneliti karakter dan kebiasaan mereka. Anda bisa tahu apa yang mereka inginkan, dan strategi market Anda berikutnya akan tepat sasaran.

Memiliki toko offline, bukan berarti anda menutup toko online Anda, dan begitu pula sebaliknya. Keduanya adalah kegiatan yang saling komplementer dan dapat berjalan dan berkembang secara beriringan. Jadi, berikutnya, mari memilih lokasi bisnis yang tepat bagi toko offline anda. Semoga sukses.