Kebayoran > Properti

Synthesis Residence Kemang Gandeng Agen Properti Indonesia

Selasa, 05 Juni 2018 20:00 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ichwan Hasanudin

Penandatangan kerja sama Synthesis Residence Kemang
President Director Synthesis Development Budi Yanto Lusli melakukan penandatangan kerja sama dengan agen properti untuk memasarkan Synthesis Residence Kemang di Pendopo Kemang, Selasa (5/6/2018).
Foto : Ichwan

Share this








Apartemen Synthesis Residence Kemang menggandeng agen properti ternama di Indonesia yang dikomandoi oleh PT. Properti Provis Indonesia.

KEMANG – Synthesis Development selaku pengembang Synthesis Residence Kemang yang berada di Jalan Ampera Raya melakukan penandatanganan kerja sama dengan beberapa agen properti ternama di Indonesia di Pendopo Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2018). 
 
Agen properti yang dikomandoi oleh PT. Properti Provis Indonesia antara lain Century 21, Era, LJ Hooker, Promex, Ray White, dan Remax. 
 
Proses penandatanganan itu juga dihadiri oleh beberapa perwakilan bank seperti Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), dan CIMB Niaga. 
 
President Director Synthesis Development Budi Yanto Lusli mengatakan penandatanganan kerja sama ini bertujuan memfasilitasi dan memberikan benefit lebih kepada para peminat properti khususnya Synthesis Residence Kemang.
 
Pada kesempatan itu, Property Consultant Andi K Natanael menjelaskan peran marketing zaman now harus memiliki beberapa fungsi, yaitu diferensiasi produk, digital marketing, dan experience marketing.
 
“Saya merasa optimis bahwa produk ini bagus karena dilihat dari manajemennya yang juga bagus. (Apartemen) ini punya ciri khas yang tidak dimiliki oleh properti lain di kawasan Kemang dan di Jakarta Selatan,” katanya. 
 
Selain itu, sambung Andi, lokasi Kemang menjadi sangat menarik karena strategis di pusat kota dengan konsep tranquility dan sentuhan heritage Indonesia-nya pun memiliki nilai lebih bagi konsumen dan penghuninya. 
 
Terkait perkembangan properti, Budi memperkirakan tahun 2018-2019 ada pergerakan naik di bisnis properti. “Ada pergerakan naik, tapi saya perhatikan ada dua hal yang memperngaruhinya,” terangnya. 
 
Hal itu adalah daya beli masyarakat. Diakui Budi, daya beli masyarakat untuk membeli properti itu ada, dan konsumen mempunyai dana untuk itu. 
 
“Kedua adalah yang terkait dengan circle sentimen dan mood konsumen,” ucapnya.