Rabu, 11 Juli 2018 16:00:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ichwan Hasanudin
Apa Pengaruh Kenaikan NJOP di Sektor Properti Jakarta?
Properti di Kota Jakarta.
Foto : Ichwan
 

KEBAYORAN – Pada awal Juli, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 24/2018 untuk menaikkan nilai jual objek pajak (NJOP) bumi bangunan pedesaan dan perkotaaan di beberapa wilayah di Jakarta. Kenaikkannya rata-rata 19,54 persen dari tahun sebelumnya.

Lalu, apa pengaruhnya kenaikkan NJOP pada sektor properti di Jakarta? Pengamat properti Ali Tranghanda menilai kenaikan NJOP tersebut akan semakin memperberat industri properti untuk tumbuh Pasalnya, pertumbuhan properti saat ini masih dinilai lambat.

“Kenaikan mencapai 19 persen menurut saya agak terlalu tinggi di tengah kondisi saat ini dengan perlambatan pasar properti,” kata CEO Indonesia Property Watch.

Kenyataan itu akan semakin berat dengan adanya kenaikkan bunga Bank Indonesia (BI) menjadi 5,25 persen. Hal itu berarti ada kenaikan sekitar 100 basis poin sehingga akan membuat bank meningkatkan suku bunga KPR.

Kenaikan NJOP tersebut tentunya akan membuat harga properti di Jakarta juga semakin mahal. Dengan begitu, konsumen juga akan semakin sulit menjangkaunya.

Ali pun mempertanyakan dasar dari Pemprov DKI Jakarta menaikkan NJOP di Jakarta. “Apakah akan digunakan untuk pembangunan atau bagaimana. Jadi harus jelas direncanakan untuk perbaikan infrastruktur Jakarta yang seperti apa?” ucapnya seperti dikutip dari Property and The City.

 

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda