Kebayoran > Properti

45 Persen Warga Jakarta Tinggal di Rumah Warisan

Rabu, 16 Mei 2018 13:45 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ichwan Hasanudin

Ignatius Untung
Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung.
Foto : istimewa

Share this








Survey Rumah123 menemukan nyaris 45 persen warga Jakarta tidak tinggal di rumah sendiri. Hunian yang ditinggali didapat dari hasil warisan keluarga.

KEBAYORAN – Hasil survei Sentiment Survey H-I 2018 oleh Rumah123.com menemukan fakta hampir 45 persen warga Jakarta tidak tinggal di rumah yang dibeli sendiri tapi rumah hasil warisan keluarga.

Hal itu ungkapkan oleh Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung di acara pemaparan Sentiment Survey H-I 2018 berdasarkan rilis yang diterima Infonitas.com, Selasa (15/5/2018).

Berdasarkan data  yang dioleh tim Business Intelligent Rumah123, meski mereka tinggal di rumah yang berlabel milik sendiri, hunian tersebut didapat dari hasil warisan keluarga.

Untung menyatakan hasil survei tersebut mengatakan hasil survei itu terbilang sangat mengkhawatirkan. Padahal penghasilan penduduk Jakarta yang menjadi responden memiliki penghasilan bulanan baik di bawah atau di atas Rp10 juta tetap kesulitan membayar DP.

“Betul, pengakuan tinggal di rumah sendiri, namun rumah tersebut mereka peroleh dari warisan. Bukan dibeli dengan uang mereka sendiri,” ujar Untung.

Dalam pemaparannya, berdasarkan data, besaran uang muka atau down payment (DP) ternyata masih menjadi momok di semua kelompok penghasilan. “Jadi kurang tepat jika berpikir hanya mereka dengan penghasilan kecil yang kesulitan menyediakan dana untuk pembayaran DP.”

Jika warga Jakarta yang berpenghasilan di bawah Rp 10 juta per bulan kesulitan membayar DP lantaran kurangnya penghasilan, berbeda dengan yang di atas Rp 10 juta. Golongan ini cenderung kesulitan membayar DP karena “terlilit” utang. Sebut saja credit card, Kredit Tanpa Agunan (KTA), dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).