Kebayoran > Profil

Istilah “Sepatu Lari” Mohamad Yohan

Senin, 05 Februari 2018 09:59 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Rachli Anugrah Rizky

Lurah Cipete Utara Mohamad Yohan
Lurah Cipete Utara Mohamad Yohan.
Foto : Rachli Anugrah Rizky

Share this








Untuk menanggapi dan menyelsaikan setiap masalah di Kelurahan Cipete Utara, Mohamad Yohan bersama stafnya memiliki istilah “sepatu lari”.

KEBAYORAN - Terjun berkarier dalam dunia pemerintahan tidaklah tanpa alasan. Pemilik nama lengkap Mohamad Yohan ini memiliki filosofi hidup bisa berarti untuk orang banyak. Itulah mengapa ia mau berkecimpung di pemerintahan.

"Sempat berdiskusi sama istri, dalam hidup setidaknya bisa berarti untuk orang banyak. Padahal waktu itu sedang di puncak karier sebelum di pemerintahan," ceritanya kepada infonitas.

Pada tahun 2010, pria kelahiran Jakarta, 38 tahun silam ini lalu mendaftarkan diri pada penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta. Hingga pada akhirnya lolos dan awal tahun 2011 mulai bekerja di lingkungan pemerintahan DKI Jakarta.

Sebelum menjadi lurah, ia sempat ditempatkan sebagai Staf Bidang Pemerintahan Bapeda Provinsi DKI Jakarta tahun 2011-2013 dan Staf Ahli Perencana Subbapenko Jakarta Selatan tahun 2014-2016.

Memasuki awal tahun 2016, ayah dari tiga orang anak ini mendapat kesempatan untuk menjadi seorang lurah di Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Baginya, menjadi seorang lurah, selain memang harus memiliki kemampuan pamong, namun juga harus memiliki konsep estate manager. Hal itu berguna untuk mengatasi permasalahan yang ada di lapangan.

Dalam bekerja, Yohan bersama staf kelurahan lainnya memiliki istilah 'sepatu lari'. Istilah tersebut dimaksudkan untuk menanggapi kegiatan serta persoalan secara cepat dan tepat. Selain itu, ia juga berusaha menciptakan suasana kekeluargaan dalam ruang lingkup kelurahan.