Kebayoran > Profil

Billy Boen, Memilih Jalan Berbagi Melalui Pengembangan Diri

Selasa, 24 Oktober 2017 17:13 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Rachli Anugrah Rizky

Billy Boen
Billy Boen.
Foto : Reggy Prawoso

Share this








Nama Billy Boen familiar dengan buku berjudul 'Young On Top'. Kini dia fokus memilih jalan berbagi melalui berbagai kegiatan pengembangan diri.

KEBAYORAN - Nama Billy Boen sangat identik dengan 'Young On Top'. Ya, pria kelahiran Jakarta, 13 Agustus 1978 ini merupakan sosok penting dibalik Young On Top, sebuah buku kisah dan rahasia sukses di usia muda yang dialami oleh Billy langsung.

Sebelum menulis buku, perjalanan pendidikan serta kariernya tergolong mulus dan sukses di usia muda. Selepas SMA, Billy melanjutkan pendidikan S1 ke Utah State University, Amerika Serikat, dan lulus kurun waktu 2 tahun 8 bulan.

Dirinya kemudian melanjutkan pendidikan S2 di West Georgia State University, Amerika Serikat. Menariknya, Billy menjadi mahasiswa satu-satunya yang menempuh pendidikan dalam waktu satu tahun di tahun 2000 ditambah lulus dengan predikat cum laude.

"Mulus? Ya, saya mengambil jurusan yang sudah tahu, sesuai passion. Brand management. Saya senang mengembangkan sebuah brand. Selain itu, saat kuliah lagi jaman krismon, jadi orang tua mulai memperingati saya untuk cepat selesai kuliahnya," ceritanya.

Selesai mengeyam pendidikan, Billy kembali ke Indonesia pada Januari 2001 untuk memulai kariernya. Ia mengawalinya sebagai Assistant Product Line Manager - NIKE Footwear Division di PT Berca Sportindo. 

"Sempat terpikirkan, saat itu lulusan fresh graduate dari luar negeri gaji 4,2 juta tapi di Indonesia hanya 2,2 juta. Tapi karena sudah passion dan juga memang brand ini (NIKE) saya suka, enak saja," ujar pria berkacamata ini.

Billy memutuskan melanjutkan kariernya di Oakley Indonesia sebagai General Manager termuda di 26 tahun. Pada 2008, Billy kembali memperbaharui pengalaman berkariernya dengan bergabung di MRA Group sebagai Head of F&B Division di usia 29 tahun.

Pada suatu ketika, Billy sempat mendapat saran dari seorang teman untuk membuat sebuah buku. Saran itu diberikan karena melihat kesuksesan dalam berkarier yang diraihnya pada usia muda. 

Hal itu cukup menjadi bahan pertimbangannya. Mengingat, ia bukanlah orang yang gemar membaca. "Niat awal bikin buku hanya untuk keren-kerenan saja. Padahal tidak suka baca," jelasnya.

Billy mulai menulis buku saat masih berkarier dalam dunia profesional yang dimulai pada Desember 2006. Karena dirinya kurang gemar membaca, buku yang ditulisnya selesai pada tahun 2009 termasuk juga waktu peluncuran buku tersebut ke publik.

Namun tak disangka-sangka, buku yang diberi judul Young On Top ini laris dipasaran dan menjadi best seller selama beberapa tahun. Sempat pula, bukunya tersebut diangkat menjadi tema di salah satu televisi swasta.

Billy menceritakan, buku itu menjelaskan menjelaskan tentang pengembangan diri, bukanlah mengenai bisnis atau kewirausahan. Melainkan ia membenahi karakter orang yang mengikuti programnya agar melakukan segala seuatu dengan dedikasi dan kesungguhan hati.

"Saya menceritakan kehidupan basic manusia. Utamanya, attitude yang baik akan berdampak baik pula," imbuhnya.

Sekitar tahun 2010, Billy memutuskan untuk meninggalkan dunia profesionalnya dan memilih untuk menekuni dunia enterpreneur. Hal itu dilakukannya karena ingin mengembangkan Young On Top menjadi sebuah brand, komunitas, dan lain-lain.

Dalam proses mengembangkannya cukup banyak mengalami kesulitan. Namun, dirinya banyak dibantu oleh teman pada semasa masih berkarier dalam dunia profesional.

"Banyak dibantu orang lain. Dulu, banyak orang yang mengantri bertemu sama perihal dunia profesional. Tapi kalau kita baik dengan yang lain tentu orang lain juga akan baik pada kita. Hal itu juga seperti yang diajarkan orang tua saya, attitude," katanya.

Pada bulan Maret 2011, Billy mendapat sebuah email dari salah satu pembacanya. Email tersebut berbunyi ucapan terima kasih karena telah merubah hidupnya dengan membaca buku yang ditulisnya.

"Bagaimana tidak, saya tidak tahu siapa dia, tiba-tiba bilang seperti itu. Rasanya sulit dibayangkan," ucapnya. Hal itu juga membuat Billy merasa terpanggil bahwa jalan hidupnya adalah untuk berbagi.

Sampai saat ini, Billy telah memimpin setidaknya 500 karyawan dari beberapa perusahaan dan anak perusahaan yang didirikannya. Komunitas Young On Top juga berkembang dibeberapa kota besar.

Dirinya juga berucap, cita-cita sudah tercapai. Namun benang merah yang dilakukannya adalah saling berbagi. Sedangkan untuk target, secara sedarhanya ia menyampaikan apa yang sudah ada bisa lebih banyak bermanfaat.