Jumat, 19 Oktober 2018 17:45:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Sumber : Rilis
Ini Dia Sekolah Pencetak Pemimpin Inovatif di Era Industri 4.0
Graduation Ceremony Swiss German University (SGU)
Foto : istimewa
 

KEBAYORAN - Swiss German University (SGU) sebagai universitas internasional pertama di Indonesia yang berdiri tahun 2000, menyelenggarakan upacara wisuda ke-15. Upacara wisuda terhadap 301 mahasiswa/i program sarjana dan pasca sarjana dari fakultas Teknik dan Teknologi Informasi, fakultas Bisnis dan Komunikasi, dan fakultas Ilmu Hayati dan Teknologi.

Upacara wisuda tersebut merupakan realisasi nyata dari visi dan misi SGU yang mengedepankan filosofi pembelajaran pada peningkatan daya saing global serta pembentukan soft skills dan karakter lewat program magang di dalam dan luar negeri.

Rektor SGU, Dr. rer. nat. Filiana Santoso mengatakan, saat ini kita hidup di era yang berbeda dengan era sebelumnya. Dimana dapat mengakses segala sesuatu secara daring dan digital. Hal ini dapat mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia.

“Saat ini industri sudah berevolusi dimana kita memasuki era Industri 4.0. Yakni sebuah era di mana cyber-physical systems, internet of things, dan cloud computing menjadi fitur penting dalam industry,” jelasnya dalam rilis yang diterima Info Kebayoran, Jumat (19/10).

Menurutnya, sebagai institusi pendidikan tinggi, SGU selalu berusaha mengikuti tren terbaru pada sektor industri dan sektor pendidikan. Sejalan dengan tema upacara wisuda tahun 2018 yakni "Pemimpin Inovatif di Era Industri 4.0.

“Hari ini kita merayakan kelulusan para pemimpin muda yang siap berkontribusi untuk masa depan Indonesia yang cerah. Bukan hanya karena kemampuan mereka dalam mengubah pengetahuan dan keterampilan mereka menjadi hasil yang sangat baik, tetapi juga karena karakter khas mereka yang membuat mereka menjadi pemimpin muda dan inovatif di era Industri 4.0,” kata Filiana.

Pada wisuda ke-15 ini, SGU meluluskan 301 wisudawan dari program sarjana dan program pasca sarjana, termasuk wisudawan program kerjasama universitas dengan mitra industri yang diantaranya adalah ATMI Cikarang, dimana program ini sudah berjalan selama 3 tahun.

“Hari ini kami bangga untuk mengatakan bahwa lulusan kami telah menunjukkan hasil akademis yang sangat baik. Rata-rata IPK untuk program sarjana adalah 3,41. Dan untuk program pasca sarjana yaitu 3,53. IPK tertinggi dari program pasca sarjana mencapai nilai 3,98 yang berasal dari program studi Magister Teknologi Informasi dan IPK tertinggi dari program sarjana mencapai 3,89 dari program studi Energi Terbarukan dan Lingkungan,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda