Kebayoran > Pendidikan

Bagaimana Mengajarkan Sharing pada Balita?

Jumat, 16 Maret 2018 14:30 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ichwan Hasanudin

Mengajarkan sharing pada balita
Ilustrasi balita sharing permainan.
Foto : istimewa

Share this








Kemampuan sharing atau berbagi adalah kemampuan yang penting dimiliki oleh seorang anak untuk mengembangkan keterampilan sosialnya.

KEBAYORAN - Anak harus diajarkan hal-hal baik sejak dini. Salah satunya tentang berbagi atau sharing. Meski harus dikenalkan, orangtua juga harus memahami bahwa melatih anak agar memiliki kemampuan sharing bukanlah sesuatu hal yang bisa dipaksakan. Orangtua haru memiliki cara yang jitu untuk melatih kemampuan berbagi anak.

Penulis Buku Bimbingan & Konseling di Taman Kanak-Kanak, Ahmad Susanto menjelaskan pembelajaran berbagi pada anak usia dini sangat penting dalam rangka mengembangkan sikap dan perilaku sosial pada orang lain.

Kemampuan berbagi umumnya tidak muncul secara alami, bahkan sebaliknya. Anak-anak menganggap segalanya yang disentuhnya adalah miliknya, apalagi mainan.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Psikolog Mellissa Grace. Menurutnya, anak balita hingga usia 6 tahun masih menganggap kepemilikan terhadap sesuatu seperti mainan atau barang adalah bagian dari konsep dirinya. Namun kemampuan berbagi ini bisa dilatih pada anak balita.

“Dorong anak untuk melakukan sharing tetapi tidak memaksa. Misalnya dengan mengatakan kamu baik banget deh saat kamu mau pinjemin teman kamu bonekamu,” tulis Mellissa.

Memberikan contoh sharing dalam keseharian adalah cara yang efektif selain dorongan sharing yang tidak memaksa. Anak akan mudah mencontoh apa yang dilihatnya sambil memberi ucapan yang menyertai sharing tersebut.

“Papa lebih happy saat bisa sahring makanan sama mama, makan sepiring berdua, dek..” Mellisa mencontohkan.

Memang ada kalanya anak tidak mau berbagi dengan temannya. Situasi seperti ini, lanjut Mellissa, anak jangan dipermalukan atau tegur anak di depan umum. Tunda sampai ada kesempatan bicara berdua dengan anak.

Tanyakan, apa yang membuatnya tidak mau sharing dengan temannya. Hal ini juga mengajarkan anak untuk mengembangkan empati.

Lainnya, sebelum waktu bermain bersama, ajak anak bicara tentang mainan apa yang sekiranya ingin di-share dengan temannya. Jika ada mainan yang tidak ingin di-share maka letakkanlah di tempat yang terpisah.

Langkah terakhir adalah berilah pujian jika anak malu melakukan sharing. “Misalnya, mama bangga deh sama kakak yang mau sahring mainan sama adek,” kata Mellissa.