Kebayoran > Otomotif

Pengamat Transportasi : Kenaikan Tarif Taksi Online Sudah Tepat

Senin, 10 Juli 2017 11:24 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Ilustrasi Layanan Go-Car (Ist)
Ilustrasi Layanan Go-Car (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno menilai kenaikan tarif taksi online menguntungkan pengemudi dan pengguna

KEBAYORAN BARU  - Terhitung sejak awal Juli 2017, Kementerian Perhubungan secara resmi telah memberlakukan tarif batas atas dan batas bawah untuk taksi berbasis aplikasi online. Hal ini tertuang dalam revisi Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum tidak dalam Trayek.

Menanggapi hal ini, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai bahwa aturan tersebut sudah tepat. Menurut dia, aturan tentang tarif atas dan tarif bawah akan melindungi pengemudi dan pengguna taksi online.

"Tarif bawah itu justru untuk menjaga kesejahteraan para driver dan keberlangsungan usaha pemilik usaha taksi online. Karena kalau terlalu murah, nanti mereka tidak akan dapat apa-apa," katanya saat dihubungi infonitas.com, Senin (10/7/2017).

Sedangkan untuk penerapan tarif atas lanjut dia, bertujuan untuk melindungi para konsumen. Sebab, biasanya di jam-jam sibuk operator taksi online kerap memberikan tarif yang terlampau tinggi.

"Nah, di sini fungsi pemerintahan, mengeluarkan peraturan untuk melindungi keberlanjutan usaha dan ekonomi para konsumen dan driver," jelas Djoko.

Ia khawatir, jika pemerintah tak memberlakukan peraturan ini dan membebaskan tarif bagi penyedia jasa layanan transportasi online, justru nantinya perusahaan tersebut akan mematok harga yang tak wajar bagi konsumen. 

"Jadi, perusahaan transportasi online itu tidak boleh mencantumkan harga terlalu murah. Mereka juga harus mempertimbangkan biaya operasional kendaraan, karena ada biaya langsung dan tidak langsung. Driver ini kan juga butuh biaya untuk perawatan mobil," tuntasnya.