Kebayoran > Laporan Utama

YLKI Siap Laporkan Travel Umrah yang Merugikan Konsumen

Jumat, 19 Mei 2017 16:00 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Konferensi Pers YLKI terkait travel umroh murah yang merugikan masyarakat
Konferensi Pers YLKI terkait travel umroh murah yang merugikan masyarakat
Foto : M Nashrudin Albaany

Share this








YLKI akan melaporkan travel umrah murah yang merugikan konsumen mulai dari perjanjian kontrak yang tak sesuai sampai pergantian jadwal pemberangkatan.

PANCORAN - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai, promosi besar-besaran yang dilakukan oleh beberapa jasa travel agen umroh telah menyesatkan para calon jamaah. 

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, kontrak perjanjian yang disodorkan travel umroh nakal ini terkadang tidak masuk akal. Yakni jadwal pemberangkatan yang berubah sampai lima kali, dengan pemberitahuan yang mendadak.

"Kami kira banyak masalahnya. Misalnya saja ditundanya jadwal penerbangan karena alasan visa, serta jadwal pesawat, jenis penerbangan, dan hotel yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan sebelumnya," kata saat menggelar konferensi pers di Kantor YLKI, Pancoran, Jumat (19/5/2017).

Baca : Kapolres Bekasi Pastikan Ormas Tak Lakukan ‘Sweeping’

Tulus berjanji, pihaknya bersama jamaah umrah yang dirugikan akan melaporkan travel umrah tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) karena diduga melakukan praktik pencucian uang.

"Pengelolaan uangnya sangat tidak transparan, jamaah tidak mengetahui uang yang sudah masuk bertahun-tahun digunakan untuk apa. Selain itu, mereka juga tidak mengetahui apakah dana tersebut diputar dengan berbasis syariah atau tidak," jelasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak terjebak dan tergiur dengan iming-iming umrah dengan biaya murah yang angkanya tidak masuk akal. Misalnya di bawah Rp 10 juta atau malah mencicil Rp 50 ribu per hari.

"Ini kan sangat tidak rasional dan harusnya masyarakat bisa menilai apakah itu travel umrah yang benar ataukah travel yang bermain curang," pungkasnya.