Kebayoran > Laporan Utama

YLKI : Kemenag Lemah Awasi Travel Umroh Nakal

Jumat, 19 Mei 2017 16:47 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Ilustrasi Umroh (Ist)
Ilustrasi Umroh (Ist)
Foto : istimewa

Share this








YLKI menilai Kemenag lemah mengawasi jasa travel umrah yang nakal sehingga merugikan konsumen seperti penelantaran jamaah.

PANCORAN - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai, pengawasan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI terhadap jasa travel agen umrah nakal masih lemah. Bahkan YLKI menduga, Kemenag RI cenderung membiarkan travel umrah nakal tersebut melakukan aktivitas yang merugikan konsumen.

"Pengaduan jamaah ke Kemenag tidak direspons, dan malah dipingpong. Kemenag hanya pintar memberikan perizinan travel umrah, tapi gagal total dalam pengawasan dan pembinaan," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi saat menggelar konferensi pers di kantornya, Pancoran, Jumat (19/5/2017).

Baca : Wakil Wali Kota Depok Cari Novum untuk Banding Pasar Kemiri Muka

Pihaknya menduga, pembiaran travel umrah nakal tersebut akibat adanya oknum Kemenag RI yang mempunyai saham di travel bersangkutan. Selain itu, banyak oknum Kemenag yang mendapatkan gratifikasi umrah gratis. 

"Dalam kasus ini, terjadi konflik kepentingan, sehingga Kemenag membiarkan hal itu," imbuhnya.

YLKI dan jamaah umrah pun mendesak agar Kemenag RI bertindak tegas travel umrah yang terbukti menelantarkan jamaahnya. Hal ini dapat dilakukan dengan mencabut izin operasional atau menghentikan praktik promosi yang tidak masuk akal dan menyesatkan konsumen sebagai jamaah umrah. 

"Kami juga minta Kemenag menindak segala bentuk pelanggaran travel umrah nakal. Dari mulai saat promosi, kontrak perjanjiannya, praktik di lapangan, dan penipuan yang berujung pada tindak pidana," tegasnya.

Tulus mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan konsumen ke advokasi pidana seperti melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri. Sebab, kata dia, kasus penelantaran umrah, ini sudah masuk ke ranah pidana karena sudah menjurus pada penipuan.