Kebayoran > Laporan Utama

Warga Bantaran Kali Jelawe Bongkar Bangunannya Sendiri

Kamis, 12 Januari 2017 09:34 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Warga melakukan kerja bakti melakukan pembongkaran bangunan
Warga melakukan kerja bakti melakukan pembongkaran bangunan

Share this





Maraknya bangunan liar diatas Kali Jelawe membuat kawasan tersebut rentan banjir.

KEBAYORAN BARU – Ribuan warga di Jalan Hang Lekir RT 11/06, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan membongkar sendiri bangunannya yang berdiri diatas Kali Jelawe, Jakarta Selatan. Pembongkaran tersebut merupakan upaya normalisasi kali untuk mengatasi banjir  yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Camat Kebayoran Baru Fidiyah Rokhim menuturkan, maraknya bangunan liar diatas Kali Jelawe membuat kawasan tersebut rentan banjir. "Setelah puluhan tahun, akhirnya warga menyadari kesalahannya dan hari ini membongkar sendiri bangunannya yang mengokupasi kali," ujarnya dilokasi, Rabu (11/1/2017).

Sementara itu, Ketua RT 11/06 Kelurahan Gunung, Haryo Hendro menambahkan jika hujan besar datang kawasan tersebut kerap didera banjir. "Kami memang salah membangun bangunan tambahan sehingga menutupi badan kali. Akibatnya jika hujan deras, rumah di sini kebanjiran sekitar 30-50 centimeter,” terangnya.

Seperti diketahui, Kali Jelawe sepanjang 300 meter dan lebar 7 meter tertutup habis oleh bangunan permanen warga yang mayoritas memiliki dua lantai. Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan sudah menyurati Lurah Gunung agar warga setempat untuk melakukan pembongkaran.







Kebayoran > Laporan Utama

1.500 Personil Polisi Kawal Debat Cagub Nanti Malam

Jumat, 13 Januari 2017 11:17 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Ilustrasi Personel Kepolisian
Ilustrasi Personel Kepolisian

Share this





Pengamanan saat debat akan disiagakan di empat titik. Mulai dari luar hingga kedalam gedung.

KEBAYORAN BARU – Jelang debat pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, yang akan diselenggarakan pukul 19.30 WIB di Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta Selatan, pihak kepolisian akan menyiagakan 1.500 personil untuk memperlancar proses debat yang diselenggarakan KPU DKI Jakarta.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Purwanta mengatakan, pembagian pengamanan akan dibagi empat titik. "Nanti dibagi empat titik. Mulai dari luar hingga kedalam," terang dia saat dihubungi Infonitas.com, Jumat (13/1/2017).

"Terdiri ring 1, 2, 3, dan 4. Ring 1 itu bagian dalam. Ring 2 itu bagian samping kanan kiri ruangan. Ring 3 samping luar di jalanan, ring 4 di luar tempat keluar masuk," terangnya lagi.

Sementara itu, sambung Purwanta, untuk massa pendukung yang diprediksi akan memenuhi Hotel Bidakara, pihak kepolisian akan membatasi antar massa pendukung. "Sudah dibagi juga. Untuk yg di luar ada kanalisasi untuk masing-masing pasangan," bebernya.

Lalu, Purwanta menegaskan, untuk pengalihan arus lalu lintas akan bersifat situasional. "Lalu lintas sudah diantisipasi dan diatur sebaik mungkin hingga tidak ada pengalihan arus," tandas Purwanta.

 







Kebayoran > Laporan Utama

22 Bangunan Bantaran Kali Jelawe Dibongkar

Kamis, 12 Januari 2017 15:46 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Pembongkaran bangunan di bantaran Kali Jelawe
Pembongkaran bangunan di bantaran Kali Jelawe

Share this





Kali Jelawe sepanjang 300 meter dan lebar 7 meter tertutup habis oleh bangunan permanen warga yang mayoritas memiliki dua lantai.

KEBAYORAN BARU – Sebanyak 22 bangunan permanen di bantaran Kali Jelawe, Jakarta Selatan dibongkar petugas, pada Rabu (11/1/2017) sore. Pembongkaran tersebut dilakukan oleh warga sekitar, lantaran telah mendapat peringatan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan.

Menurut Lurah Gunung, Kebayoran Baru, Noor Muchyadi mengatakan dalam pembongkaran tersebut turut diterjunkan alat berat karena bangunan di sepanjang Kali Jelawe sudah permanen. "Hari ini sebagian membongkarnya dibantu petugas PPSU, Satpol dan jajaran terkait," kata dia di lokasi, Rabu (11/1/2017).

Noor mengatakan, Kali Jelawe sepanjang 300 meter dan lebar 7 meter tertutup habis oleh bangunan permanen warga yang mayoritas memiliki dua lantai. Sebelum pembongkaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan sudah menyurati Lurah Gunung agar warga setempat untuk melakukan pembongkaran.







Kebayoran > Laporan Utama

Alasan Polisi Pisahkan Massa Pro dan Kontra Ahok Sangat Jauh

Selasa, 10 Januari 2017 10:53 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono

Share this





Polisi memutuskan memperlebar jarak antara kedua massa tersebut agar tidak terjadi kericuhan seperti terjadipada sidang sebelumnya.

PASAR MINGGU – Pihak kepolisian memisahkan massa pro dan kontra Ahok dengan jarak yang cukup jauh. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya kericuhan seperti persidangan sebelumnya.

Argo menjelaskan, sebelumnya pihak kepolisian sudah melakukan koordinasi dengan massa pro dan kontra Ahok. Atas dasar itu, pihaknya memutuskan memperlebar jarak antara kedua massa tersebut. "Itu bagian dari cara bertindak kepolisian untuk mengamankan sidang," kata Argo di Gedung Kementrian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Argo menambahkan, untuk sidang kelima ini, pihak kepolisian tidak mengubah cara pengamanan. Hanya merubah penempatan personil kepolisian dari yang sebelumnya. "Sebenarnya sama ya (pengamanan), cuma pengamanan berbedanya di sini jalan di sini ditutup dialih arus. Kalau kemarin tetap lewat dengan padat merayap," beber Argo.

Sebelumnya diberitakan, massa pendukung Ahok dan kontra Ahok kembali melakukan aksi saat sidang kelima perkara Ahok digelar hari ini. Berbeda dengan aksi mereka pada sidang keempat, pada aksi mereka di sidang kelima, kedua belah kubu melakukan aksi sekitar 100 meter jauhnya dari lokasi sidang. Mereka pun dibatasi dengan kawat berduri, mobil baracudan, dan water canon, serta dijaga oleh banyak personel kepolisian.

Untuk diketahui, sidang lanjutan perkara dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) digelar hari ini, Selasa 10 Januari 2017. Sidang hari ini merupakan sidang kelima dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) itu akan kembali digelar di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Saat ini, Ahok berstatus sebagai terdakwa perkara dugaan penistaan agama. Pernyataannya terkait Surat Al-Maidah Ayat 51 membawanya ke meja hijau. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ahok dengan Pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman penjara paling lama lima tahun.







Kebayoran > Laporan Utama

Pendukung Ahok: FPI Bubarkan, Ahok bebaskan

Selasa, 10 Januari 2017 10:19 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Relawan pendukung Ahok di depan Gedung Kementan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Relawan pendukung Ahok di depan Gedung Kementan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Share this





Massa pro Ahok menyuarakan sidang kelima kasus penistaan agama yang sedang diikuti Ahok menganggu kampanye Ahok.

PASAR MINGGU - Pendukung terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mulai memenuhi depan Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Ragunan, Pasar Minggu Jakarta Selatan tempat digelarnya sidang kasus dugaan penistaan agama.

Dalam orasinya, massa pro Ahok mengumandangkan seruan agar polisi segera mengusut kasus pemukulan Kader PDI Perjuangan oleh anggota Front Pembela Islam (FPI). "Ada kader dipukuli, dikeroyok FPI, kami harus lawan. Bubarkan FPI!," tegas orator diatas mobil berpengeras suara di depan Kantor Kementan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Selain itu, massa pro Ahok juga menyuarakan bahwa sidang kelima kasus penistaan agama yang sedang diikuti Ahok menganggu kampanyenya. "Ini sudah masuk minggu kelima. Sidang ini mengganggu kampanye pak Ahok," terang orator.

Terakhir, massa pro Ahok yang rata-rata mengunakan kemeja kotak-kotak tersebut meminta agar Ormas Islam FPI dibubarkan. "Indonesia dalam bencana dijajajah bangsa sendiri. Mari rapatkan barisan untuk melawan penindasan. Agama jadi jualan untuk bisa berkuasa. FPI radikal, FPI perusak, FPI musuh besar bangsa," nyanyi para pendukung Ahok.

"FPI bubarkan, Basuki bebaskan!," sambung mereka.







Kebayoran > Laporan Utama

Ada Sidang Ahok, Jalan RM Harsono Ditutup

Selasa, 10 Januari 2017 10:02 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Suasana di luar Kementrian Pertanian yang disesaki massa pro dan kontra Ahok
Suasana di luar Kementrian Pertanian yang disesaki massa pro dan kontra Ahok

Share this





Polisi mengimbau agar warga mencari alternatif lain jika hendak menuju Kebun Binatang Ragunan.

PASAR MINGGU – Jalan Raya RM Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ditutup total. Jalan yang biasa digunakan sebagai akses warga dari dan menuju Kebun Binatang Ragunan, tidak boleh dilintasi kendaraan apa pun termasuk Transjakarta.

Jalur itu ditutup total sebab ada sidang lanjutan kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Gedung Kementerian Pertanian. Jalanan bakal ditutup sepanjang sidang berlangsung.

Kapala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengimbau warga mencari alternatif lain jika hendak menuju Kebun Binatang Ragunan.

"Masyarakat agar jangan melewati depan RM Harsono sini karena ditutup silahkan untuk melewati jalur yang lain dengan arah dari petugas kepolisian yang di lapangan," kata Argo di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Akses jalan RM Harsono, bukan hanya ditutup bagi kendaraan. Warga yang berjalan kaki juga tidak bisa melintas. Sebab, polisi juga sudah memasan kawat berduri di jalan tersebut.

Kawat duri sengaja dipasang untuk membatasi lokasi aksi massa pedemo. Selain kawat duri, mobil anti huru hara seperti water canon dan barracuda juga sudah bertengger.

Pengamanan sidang kelima Ahok tampak lebih ketat. Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan menyebut lebih dari 2.000 personel diterjunkan buat mengawal jalannya sidang.

Pantauan di lapangan, polisi berjaga di segala sudut Gedung Kementan. Personel juga ditempat mengatur lalu lintas di beberapa tempat, dekat Gedung Kementan.

Hari ini sidang lanjutan kasus Ahok kembali digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi.

 







Kebayoran > Laporan Utama

Saat Sidang Ahok, Saksi Pelapor Bawa Bukti Rekaman Video

Selasa, 10 Januari 2017 09:42 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : DBS

Sidang Ahok.
Sidang Ahok.

Share this





Barang bukti yang dihadirkan berupa video lengkap berdurasi 1 jam 40 menit yang diunggah Pemprov DKI di channel Youtube.

JAKARTA – Wilyudin Abdul Rasyid salah satu saksi pelapor yang akan bersaksi di sidang kasus dugaan penistaan agam dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama, mengaku akan membawa satu alat bukti berupa rekaman video yang diambil dari Youtube.

"Barang bukti yang dihadirkan berupa video lengkap berdurasi 1 jam 40 menit yang diunggah Pemprov DKI di channel Youtube," kata Juru Bicara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bogor Raya, Abdul Halim, di Gedung Kementerian Pertanian, Jalan Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Dia melanjutkan, Wiyudin merupakan Sekretaris Forum Umat Islam Bogor. Dia juga pernah tercatat sebagai Ketua Komisi bidang Pengkajian dan Pengawasan Aliran Sempalan dalam Islam, MUI kota Bogor. Dalam aksi Super Damai 212, Willyudin adalah koordinator dari GNPF MUI Bogor Raya.

Willyudin melaporkan Ahok ke Polresta Bogor, Jumat (7/10/2016), dengan Laporan Polisi Nomor LPI 1134x 2016/JBRIPOLRES Bogor Kota.

Sementara itu, pada hari ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan lima orang saksi yakni Pedri Kasman, Burhanudin, Ibun Baskoro, H Irena Handono, dan Wilyudin Abdul Rasyid Dhani.







Kebayoran > Laporan Utama

Amankan Sidang Ahok, 2.000 Personel Polisi Diterjunkan

Selasa, 10 Januari 2017 09:29 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Pengamanan saat sidang Ahok.
Pengamanan saat sidang Ahok.

Share this





Untuk mengamankan jalannya sidang ribuan personel itu akan ditempatkan di empat ring.

PASAR MINGGU - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara kembali menggelar sidang dugaan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Auditorium Kementan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Untuk mengamankan jalannya sidang tersebut, polisi mengerahkan 2.000 personel.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Iwan Kurniawan mengatakan, untuk mengamankan jalannya sidang ribuan personel itu akan ditempatkan di empat ring, yakni di ruangan sidang, pelataran gedung Kementan, luar gedung Kementan, dan sekitaran gedung Kementan.

"Jumlah personel yang kami kerahkan di sidang yang kelima ini, masih sama jumlahnya seperti sidang sebelumnya, sekitar 2.000 lebih yang insert di lapangan," ujarnya pada wartawan di Gedung Kementan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Menurutnya, pengerahan ribuan personel itu dilakukan untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi saat sidang sedang berlangsung, baik selala kecil seperti tidak kriminalitas maupun skla berat, seperti kemungkinan adanya teror.

"Pengerahan aggota pun untuk mengantisipasi terjadinya hal tak diinginkan, seperti bentrok (antarmassa pendemo) di sidang nanti," tuturnya.







Kebayoran > Laporan Utama

Jaksa Hadirkan Lima Saksi Pelapor di Sidang Ahok Hari Ini

Selasa, 10 Januari 2017 09:18 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : DBS

Sidang Ahok.
Sidang Ahok.

Share this





Saksi pertama Irena Handono, Pedri Kasman, Ibnu Baskoro, Muhammad Burhanuddin, dan Willyudin Abdul Rasyid.

JAKARTA – Sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, di Aula Gedung Kementerian Pertanian, Jalan HM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2016) pagi.

Ahok datang menghadiri sidang keempatnya itu sekitar pukul 08:00 WIB. Ahok yang mengenakan  baju batik berwarna biru dan celana hitam lengkap dengan kacamatanya langsung masuk ke Gedung Kementan melalui pintu selasar gedung A yang jaraknya jauh dari gedung Auditorium sebagai lokasi sidang.

Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan dari lima orang saksi pelapor yang didatangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).  Saksi pertama yang dihadirkan adalah Irena Handono. Saksi kedua adalah Sekretaris Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman. Sementara itu saksi ketiga adalah Ibnu Baskoro. Saksi keempat Muhammad Burhanuddin yang dijadwalkan datang di persidangan pekan lalu, namun absen dengan alasan sakit.

Sedangkan saksi terakhir adalah Willyudin Abdul Rasyid Dhani yang merupakan Sekretaris Forum Umat Islam Bogor. Dia tercatat pernah menjadi anggota MUI Kota Bogor.

Seperti diketahui, dalam persidangan Selasa (3/1/2016), jaksa menghadirkan 4 saksi pelapor atas nama Habib Novel Chaidir Bamukmin, Habib Moechsin Alatas, Gusjoy dan terakhir Syamsu Hilal.







Kebayoran > Laporan Utama

Nikita Mirzani Diperiksa Sebagai Saksi

Senin, 09 Januari 2017 13:22 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Chandra Purnama

Nikita Mirzani
Nikita Mirzani

Share this





Pemeriksaan hari ini merupakan tambahan dari pemeriksaan sebelumnya yakni pada Jumat (23/12/2016).

KEBAYORAN BARU - Artis seksi Nikita Mirzani kembali menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan, guna memberikan keterangan sebagai saksi pelapor atas kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Julia Perez melalui media sosial.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Budi Hermanto, Nikita Mirzani tengah diperiksa di Unit Kriminal Khusus Polres Metro Jakarta Selatan.

"Iya diperiksa sebagai saksi di Unit Krimsus terkait laporan yang bersangkutan," kata Budi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017).

Budi menambahkan, pemeriksaan hari ini merupakan tambahan dari pemeriksaan sebelumnya yakni pada Jumat (23/12/2016). "Sekarang, yang bersangkutan (Nikita) sedang di Berita Acara Pemeriksaan (BAP)," tandas Budi.

Sebelumnya diketahui, janda dua anak tersebut melaporkan Julia Perez atas pencemaran nama baik melalui media sosial ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Sabtu (29/11/2016) lalu. Namun, kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Kasus berawal, saat Nikita berada di salah satu tempat hiburan malam di Jakarta Selatan. Kala itu, Nikita dituduh ikut serta melakukan pemukulan terhadap asisten Julia Perez, Lucky. Merasa tidak terima, alhasil terjadi pertengkaran di media sosial oleh dua artis seksi tersebut.