Kebayoran > Laporan Utama

Menanti Upah Layak 2018

UMP DKI Naik, Pengemudi Ojek Online: Masa Kalah Sama Gaji Buruh

Kamis, 09 November 2017 17:43 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Chandra Purnama

ojek online
Puluhan pengemudi ojek online saat aksi unjuk rasa di Pasaraya, Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (9/11/2017).
Foto : Chandra Purnama

Share this








Kalau UMP DKI naik, pengemudi ojek online bertekad akan gencar mencari penumpang. Masa kalah sama gaji buruh.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2018 mendatang naik 8,71 persen yang akan berlaku pada 1 Januari 2018 mendatang.

Menanggapi itu, Ari Sandita, seorang pengemudi ojek online asal Pasar Minggu, Jakarta Selatan menegaskan untuk mengimbangi UMP, dia akan lebih giat lagi mencari orderan.

"Kalo segitu (UMP), lumayan besar. Ini buat saya jadi nyari orderan lebih banyak. Masa kalah sama buruh," candanya saat berbincang dengan Infonitas di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (9/11/2017).

Hal lain diungkapkan Denny, seorang supir ojek online yang kerap mangkal di pusat perbelanjaan Kemang Village. Menurutnya, UMP 2018 dirasa masih kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan. Idealnya, Rp 4 juta.

"Kurang kalau segitu, istri saya aja yang gajinya empat jutaan masih kurang. Cuman ditambah penghasilan saya sebagai ojek online, lumayan nutupin kebutuhan sehari-hari," jelas Denny.