Kebayoran > Laporan Utama

Social Media Week Jakarta 2017

Ternyata Generasi Millenial Lebih Cermat Ber-Medsos

Selasa, 12 September 2017 14:37 WIB
Editor : Melati Amaya DS | Reporter : Rachli Anugrah Rizky

jakarta social media week
Acara Jakarta Social Media Week 2017.
Foto : Rachli Anugrah Rizky

Share this








Chairman Social Media Week Jakarta Antonny Liem bilang, generasi millenial lebih cermat gunakan medsos karena sudah lebih lama gunakan medsos.

SENAYANAntonny Liem juga mengatakan, adanya informasi atau berita yang benar atau tidak di media sosial itu bukan hanya persoalan di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Melihat kondisi seperti ini, lanjutnya, beberapa raksasa dunia maya seperti Facebook dan Google tengah berusaha untuk membatasi penyebaran informasi yang kurang literasi tersebut.

“Selain itu, penyempitan pergerakan penyebaran hoax juga tidak hanya dari user tapi harus masif dari semua sisi," tuturnya di Senayan City, pada Senin (11/9).

Lanjut pria yang juga sebagai Chief Executive Officer PT Merah Cipta Media kaum milenial justru jauh lebih cermat karena mereka sudah lama  menggunakan media sosial. Jadi kaum milenial lebih mengerti, tidak semua informasi atau berita bisa langsung dicerna.

Dibandingkan dengan user di usia tua atau yang memang baru menggunakan media sosial biasanya menganggap informasi atau berita bersumber dari internet itu pasti asli. Hal ini cukup membutuhkan waktu agar dapat mengerti dan dapat lebih cermat.

"Maka juga, dibutuhkan ajang seperti Social Media Week ini. Di mana mereka mendapat informasi sekaligus bisa belajar mengenai media sosial dan teknologi dari para pakarnya," ucapnya. Mengingat, pengguna media sosial di Indonesia cukup tinggi.

Antony memberi tip sederhana. Segala sesuatu yang dilihat dan dibagikan itu sudah pasti konsumsi publik. Sehingga, perlu pertimbangan yang baik dan bijak sebelum mengunggah. Selain itu, karena semua informasi yang ada baik dari internet maupun media sosial belum tentu benar. Jadi, informasi atau berita tersebut tidak perlu ditanggapi secara mendalam. Cukup dibaca dan dipahami serta yang terpenting melakukan pemeriksaan kembali literasi di luar media sosial.