Kebayoran > Laporan Utama

Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman: Saya Tak Tahu Soal Bom Thamrin

Jumat, 23 Februari 2018 17:34 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Wildan Kusuma

Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman
Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Foto : Wildan Kusuma

Share this








Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, terdakwa bom Thamrin mengaku tidak tahu menahu soal insiden bom tersebut.

CILANDAK - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang kedua terdakwa yang menjadi dalang  kasus terorisme di Indonesia, Aman Abdurrahman, Jumat (23/2/2018). Dalam persidangan tersebut, jaksa penuntut umum menghadirkan seorang saksi, IPTU Deni Mahieu, petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, yang menjadi korban di Pos Polisi Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat.

Pantauan infonitas di lokasi, kesaksian IPTU Deni menceritakan kronologis saat dirinya berada dalam pos polisi. Ketika itu, ia sendirian yang mengalami ledakan bom saat peristiwa berdarah pada Januari 2016 tersebut.

Beberapa barang bukti juga diperlihatkan dalam persidangan tersebut. Barang bukti itu berupa antara lain, tas ransel, kotak berwarna biru di bawah dan atasnya berwarna cokelat, kemudian paku dan mur yang menjadi isi bahan peledak.

Hakim Ketua yang memimpin persidangan, Akhmad Jaini, membuka persidangan dengan menanyakan kepada saksi apakah kenal dengan terdakwa. "Saya kenal. Tapi hanya melihat di pemberitaan saja," ujar IPTU Deni di Ruang Utama PN Jaksel, Jumat (23/2/2018).

Setelah itu, Deni menjelaskan kronologis saat kejadian bom di Pos Polisi tersebut. Meski demikian, terdakwa Aman tetap tidak mengakui bahwa dirinya terlibat dalam tragedi tersebut. "Saya tidak tahu menahu," jawab Aman singkat saat ditanya Hakim Ketua.

Hakim ketua, akan kembali menggelar persidangan ketiga pada Selasa 27 Februari mendatang. Dalam agenda selanjutnya, Jaksa penuntut umum akan kembali mendatangkan saksi.