Kebayoran > Laporan Utama

Suami Korban Jadi Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang

Selasa, 13 Februari 2018 16:00 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ade Indra Kusuma

Barang bukti pembunuhan satu keluarga di Tangerang
Kapolrestro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan menunjukkan barang bukti pembunuhan satu keluarga di Periuk, Tangerang.
Foto : istimewa

Share this








Suami Emah, korban pembunuhan satu keluarga di Tangerang ditetapkan sebagai tersangka. Diduga motif sementara karena faktor ekonomi.

TANGERANG - Tersangka pembantaian satu keluarga di Perumahan Taman Kota Permai 2 Blok B6 Priuk, Kota Tangerang, pada Senin (12/2/2018) akhirnya terkuak. Ternyata tersangka merupakan kepala keluarga atau suami dari korban Emah.

Pembunuhan yang menewaskan Emah (40), Nova (19), dan Tiara (11). Sementara itu suami korban yakni Muchtar Efendi (60) dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Polrestro Tangerang akhirnya menetapkan pria berusia 60 tahun itu sebagai tersangka dan mengakui melakukan pembunuhan lantaran faktor ekonomi.

"Berdasarkan hasil otopsi ketiga korban ada beberapa luka tusukan di leher, perut, satu korban dalam keadaan luka parah, Muchtar Efendi dari hasil keterangan awal serta petunjuk, kami tetapkan sebagai tersangka," kata Kapolrestro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan, Selasa (13/2/2018).

Harry mengatakan, pelaku membunuh istri dan kedua anak tirinya lantaran emosi. Sebab sang istri mencicil mobil tanpa sepengetahuannya.

"Tiga hari sebelum kejadian pembunuhan terjadi, ada cekcok antara Emah sebagai korban istri siri ME terkait masalah jual beli mobil yang dilakukan istrinya ini tidak disetujui. Selama tiga hari cekcok terjadi di rumah itu yang akhirnya diakhiri pembunuhan," katanya.

Tersangka kemudian membunuh istri dan kedua anaknya menggunakan sebilah pisau. Senjata tajam ini disembunyikan di dalam lemari kamar belakang.

"Menggunakan senjata tajam, keterangan tersebut didapatkan saat kami mengunjungi, alat yang digunakan diselipkan di salah satu lemari atau pun tempat pakaian," kata Harry.

Harry menyebut akibat perbuatannya tersebut pelaku dijerat Pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup. Kini, tersangka masih dalam perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.