Kebayoran > Laporan Utama

Strategi Pembangunan Simpang Susun Semanggi

Senin, 20 Maret 2017 18:32 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Sumber : DBS

Maket Simpang Susun Semanggi. (IST)
Maket Simpang Susun Semanggi. (IST)
Foto : istimewa

Share this








Melihat namanya, tentu ini berada di kawasan Semanggi yang kini dikenal sebagai jembatan Semanggi.

SEMANGGI – Kemacetan Ibu Kota Jakarta mulai diprediksi dapat dibendung dengan hadirnya Simpang Susun Semanggi. Melihat namanya, tentu ini berada di kawasan Semanggi yang kini dikenal sebagai jembatan Semanggi.

Sebuah teknologi tercanggih digadangkan bakal menjadi bagian dari pembangunan Simpang Susun Semanggi. Deputi General Suprintendent Proyek Simpang Susun Semanggi Wijaya Karya Dani Widiatmoko mengatakan dua flyover yang melingkar ini tersusun dari 333 segmental box girder yang telah dicetak (precast) untuk kemudian disusun.

Jika cetakan tidak sama persis atau berbeda sentimeter saja, kata dia, maka tantangan akan dihadapi lantaran antara boks yang satu dengan lain tidak akan bertemu sempurna. Sementara, jarak antarkolom terjauh adalah sekisar 80 meter. Itu menuntut kepresisian, jika tidak,  flyover ini dapat ambruk sewaktu-waktu.

Baca juga ini : Layanan Kependudukan Keliling di Apartemen Kebagusan City Sepi Peminat

“Pengerjaannya enggak expose. Sering kali ada betonyang kelihatan, itu namanya cold joint karena sambungan antara cor beton yang lama sama baru enggak ketemu. Kemudian di kolomnya Anda lihat benar-benar expose presisi, silakan benchmark (bandingkan) ke tempat yang lain,” kata Dani di lokasi pembangunan, Semanggi, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.