Kebayoran > Laporan Utama

Sidak Pasar Cipete Selatan, BPOM Temukan Bahan Pengawet pada Kerupuk

Kamis, 20 April 2017 19:45 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Ilustrasi Kerupuk (Ist)
Ilustrasi Kerupuk (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Sudin KPKP Jakarta Selatan bersama BPOM melakukan sidak ke Pasar Cipete Selatan. Hasilnya, ditemukan formalin, boraks, dan lainnya, di dagangan kerupuk

CILANDAK - Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Selatan bekerjasama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Cipete Selatan, Kelurahan Cipete Selatan, Cilandak, Jaksel, Kamis (20/4/2017).

Kepala Suku Dinas KPKP Jaksel, Wachyuni mengatakan, sidak sengaja dilakukan untuk mengawasi peredaran pangan yang meliputi hewan, pertanian dan kelautan dari bahan berbahaya. Seperti formalin, boraks, rhodamin B, methanyl yellow dan residu pestisida.

"Tujuannya untuk pengawasan produk pangan yang aman dikonsumsi oleh masyarakat dari bahan berbahaya. Target kami mengambil 315 sampel dari pasar, dari perikanan 120, pertanian 120 dan peternakan 75," katanya di Cilandak.

Baca juga : Harapan Warga Jakarta Kepada Gubernur Baru

Dari hasil sidak kali ini, Wachyuni memaparkan bahwa tiga produk bahan pangan yang menjadi target tersebut aman untuk dikonsumsi, "Alhamdulillah semua hasilnya negatif dan secara keseluruhan aman," ungkapnya. 

Hal berbeda ditemukan oleh pihak BPOM, dimana mereka menemukan bahan pangan yang mengandung formalin, boraks dan rhodamin B. Pihak BPOM pun langsung melakukan penindakan dengan menyita barang dagangan tersebut.

"Dari 29 sampel yang diambil, sembilan diantaranya positif mengandung bahan berbahaya. Semua yang mengandung bahan berbahaya sebagian besar jenis kerupuk," kata Kepala Bidang Sertifikasi Dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Jakarta, Yayan Cahyani. 

Sementara itu, Kepala Pasar Cipete Selatan, Jorsenia Hutagalung menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, dengan adanya sidak, para pedagang pasar akan lebih waspada dengan olahan dan dagangannya.  

Saat disinggung soal adanya penemuan produk yang mengandung bahan berbahaya oleh BPOM, Jorsenia mengaku akan melakukan peringatan kepada pedagang tersebut, "Di dalam pernyataan itu bahwa setelah diberi peringatan tetap masih menjual produk-produk berbahaya, kami akan melakukan pembatalan tempat usaha," singkatnya.

 

Berita Terkait