Selasa, 07 November 2017 16:45:00
Editor : Galih Pratama | Reporter : Wildan Kusuma
Larangan motor
Ilustrasi
Foto : istimewa
 

KEBAYORAN - Langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentang pencabutan Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin, Jakarta Selatan, untuk sepeda motor melintas, sudah mulai menemukan titik terang.

Pasalnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyebutkan, Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin akan diprioritaskan untuk hajat hidup orang banyak. Selain itu, menurutnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menekankan, bahwa pembangunan di kawasan tersebut harus dilakukan secara berkeadilan.

"Jadi data kita menunjukkan bahwa ini merupakam hajat hidup orang banyak. Perintah Pak Anies clear kemarin bahwa untuk Sudirman kami tidak akan mewacanakan penutupan dan untuk Thamrin nanti dikaji bagaimana pengaturannya. Supaya ini berkeadilan tapi rapi. Harus rapi," ujar Sandi, Selasa (7/11/2017).

Seperti diketahui, sebelumnya Sebelumnya, Anies berencana merevisi Peraturan Gubernur (pergub) Nomor 141 tahun 2015 yang merupakan pengganti Peraturan Gubernur Nomor 195 Tahun 2014 tentang pelarangan perlintasan sepeda motor di jalan protokol itu. Pergub ini dikeluarkan pada masa kepemimpinan mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurut Anies, larangan itu tidak relevan bagi warga Jakarta. Jalanan di DKI seharusnya dapat diakses oleh semua pengguna. Keinginan itu disampaikan dalam dalam rapat pimpinan mingguan yang dihadiri oleh semua SKPD. Untuk diketahui, larangan kendaraan roda dua melintas di ruas Jalan Thamrin tersebut diberlakukan sejak 17 Desember 2014. Kebijakan ini bertujuan mengurangi tingkat kecelakaan dan volume kendaraan bermotor di jalan protokol ibu kota.

Anies menilai larangan tersebut bersifat diskriminatif. Volume kendaraan bisa dikurangi tanpa melarang kendaraan roda dua.

"Kami sudah bahas itu sejak kemarin. Yang jelas sedang kami kaji bagaimana solusinya," kata Sandi.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda