Kebayoran > Laporan Utama

Ratusan Warga Jalan Kirai Cipete Utara Menolak Penggusuran

Rabu, 10 Januari 2018 10:18 WIB
Editor : Galih Pratama | Reporter : Ichwan Hasanudin

Aksi warga Jalan Kirai
Sejak pagi pagi, ratusan warga Jalan Kirai turun ke jalan menggelar aksi penolakan penggusuran rumah mereka.
Foto : Ichwan

Share this








Warga Jalan Kirai melakukan aksi unjuk rasa menolak penggusuran rumah mereka. Mereka diintimidasi oleh pihak pengembang sejak November tahun lalu.

KEBAYORAN - Sejak pukul 07.30 WIB, ratusan warga Jalan Kirai berkumpul di bekas Kantor Kelurahan Cipete Utara, kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Warga Jalan Kirai menolak penggusuran rumah-rumah mereka. 

Pengacara warga, Lifa Malahanum Ibrahim mengatakan, lebih dari 700 kepala keluarga terancam penggusuran. "Warga sudah tinggal lebih dari 50 tahun. Tanah-tanah mereka yang lokasinya dipinggir jalan hanya dihargai sekitar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per meternya," katanya. 

Ancaman pun diakuinya sering dilakukan pada warga. Ancaman berupa pembongkaran jika warga tidak mau menjual tanah mereka. "Intimidasi sudah ada sejak November (tahun lalu). Jika tidak dijual akan dibongkar," ucap Lifa. 

Dia menuturkan sebenarnya sudah ada keputusan atas lahan tersebut dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait sengketa tanah ini. Tanah addendum 5157 yang diakui oleh pemilik bernama Miung, dinyatakan tidak sah oleh PN Jakarta Pusat pada tahun 1976.

Tanah tersebut kemudian diklaim pihak pengembang PT Bintang Darmawangsa Perkasa. "Mereka mendalilkan bahwa keputusan itu sudah kadaluarsa," lanjut Lifa.

Pihak pengembang mengklaim memiliki hak atas lahan seluas 5,6 hektare terdiri dari dua sertifikat, yaitu M10 dan M11 yang mencakup 3 wilayah RW, yaitu RW 1, RW 4 dan RW 8.