Kebayoran > Laporan Utama

Polemik Macet Di Jaksel

Psikolog : Macet Dinilai Mampu Sebabkan Frustrasi

Kamis, 18 Mei 2017 20:22 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Ilustrasi Stres
Ilustrasi Stres
Foto :

Share this








Kemacetan Jalan Raya Fatmawati, dinilai oleh Psikolog Universitas Indonesia, Bagus Takwin bisa menjadi faktor penyebab frustrasi

CIPETE - Psikolog Universitas Indonesia, Bagus Takwin menilai, kemacetan yang tiap harinya dirasakan oleh para pengguna jalan yang melintasi Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan, bisa menjadi salah satu faktor penyebab stres dan frustrasi.

Menurut dia, jika seseorang kerap terjebak dalam kemacetan tiap menjalankan rutinitas hariannya, orang tersebut bisa mengalami keletihan ego karena sumber daya mental banyak dipakai, bahkan terkuras. Hal ini tentu akan berpengaruh kepada kesehatan badan dalam jangka waktu dekat maupun panjang.

"Mereka yang sering terkena macet di jalan, bisa stres dan frustasi. Bagaimana tidak, misalnya perjalanan seharusnya hanya 20 menit sampai tujuan. Namun gara-gara macet, ini bisa sampai satu jam lebih, bahkan dua jam. Apalagi situasi ini hampir dialami setiap hari. Sedangkan tubuh kita tidak dirancang untuk bisa menahan stres dalam jangka waktu yang lama," jelasnya saat dihubungi infonitas.com, Kamis (18/5/2017).

Baca : Massa Pro Ahok Kembali Gelar Aksi di Kawasan Cempaka Putih

Bagus mengatakan, setiap orang memiliki respon yang berbeda-beda dalam menghadapi kemacetan ini. Misalnya, ada yang hanya mengeluh, mengeluarkan teriakan-teriakan dan ada pula yang menanggapinya dengan emosional. 

Selain itu, lanjut dia, akibat dari kemacetan yang dialami tiap hari dapat menyebabkan respon fisiologis (tubuh). Seperti kelelahan yang berlebihan, pegal-pegal atau bahkan sampai ada yang pingsan.

"Selain efek tersebut ada juga efek hormonal, di mana badan akan mengalami sakit-sakitan. Tapi yang pasti, respon setiap orang itu berbeda-beda, karena memang secara profil klinis, ketahanan tubuh manusia tidak sama," tuntasnya.