Kebayoran > Laporan Utama

Proses Pemeriksaan Jonru Dinilai Melanggar HAM

Selasa, 14 November 2017 09:47 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Wildan Kusuma

Kuasa hukum jonru ginting DjuDju Purwantoro di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
Kuasa hukum jonru ginting DjuDju Purwantoro di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
Foto : Wildan Kusuma

Share this








Selama proses pemeriksaan Jonru Ginting atas penebar kebencian dianggap melanggar hak asasi manusia (HAM) oleh kuasa hukum Jonru.

CILANDAK - Ketua Tim Kuasa Hukum tersangka kasus penebar kebencian Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting, Djudju Purwantoro menilai adanya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) selama proses pemeriksaan yang dilakukan kliennya oleh aparat kepolisian.

Hal itu dijelaskan saat sidang perdana praperadilan gugatan tersangka kasus penebar kebencian Jonru Ginting di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/11/2017).

Djudju menyampaikan, kliennya diperiksa sebagai saksi pada Kamis 28 September 2017 sekitar pukul 16.00 WIB. Lalu, pada Jumat 29 September 2017 sekitar pukul 02.00 WIB, Jonru ditetapkan sebagai tersangka.

"Setelah ditetapkan tersangka, pemeriksaan terus-menerus dilakukan terhadap Jonru hingga Jumat 29 September 2017 pukul 07.00 WIB di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Selam kurang lebih 15 jam," ujar Djuju di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

Kubu Jonru juga memprotes sikap kepolisian yang melakukan pemeriksaan tiga hari berturut-turut terhitung sejak Jonru ditahan pada Sabtu 30 September 2017. Lantaran hal itu, Djuju menyebut kliennya jatuh sakit.

"Ya selama 3 hari berturut sehingga klien kami jatuh sakit," katanya.