Kebayoran > Laporan Utama

Polres Jakarta Selatan Ungkap Peredaran Miras Oplosan

Rabu, 11 April 2018 15:15 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ichwan Hasanudin

Konferensi pers minuman keras oplosan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.
Konferensi pers minuman keras oplosan oleh Polres Metro Jakarta Selatan. (foto: dok. humas polres jaksel)
Foto : istimewa

Share this








Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap peredaran minuman keras (miras) oplosan yang sudah meresahkan dan merenggut 31 nyawa di Jakarta.

KEBAYORAN – Polres Metro Jakarta Selatan menggelar konferensi pers pengungkapan kasus peredaran miras oplosan di wilayah Polda Metro Jaya yang diikuti 5 Polres antara lain Polres Metro Jaksel, Polres Bekasi Kota, Polresta Depok, Polres Metro Tangerang Kota dan Polres Jaktim yang bertempat di Lapangan Apel Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (11/04).

Dalam konferensi pers turut hadir pula Wakapolri Komjen Pol Saffrudin, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi Arianto, Karopenas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal, Kabid Humas PMJ Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar, dan PJU Polres Jakarta Selatan.

Terkait miras oplosan, Wakapolri Komjen Pol Saffrudin mengatakan, meskipun tidak merasakan secara langsung, namun ini membuat perhatian publik menjadi terganggu.

“Saya sangat mengapresiasi jajaran Polda Metro Jaya, Polda Jabar dan Polda Kalimatan Selatan. Saya yakin kejadian ini tidak hanya tiga Polda saja, oleh karenanya saya minta jajaran Polda ini untuk membuat kasus ini berhenti, berhenti artinya mengungkap sampai ke akar-akarnya,” katanya.

Hal itu mengingat sudah banyak korban tewas karena menenggak miras oplosan. Di Jakarta saja, jumlah korban mencapai 31 orang dan di Jawa Barat mencapai 51 orang.

“Ini fenomena gila, Indonesia lagi prihatin, oleh karenanya rekan-rekan media sekalian agar kerja sama dengan Polda-polda se-Indonesia untuk mengungkap kejadian seperti ini,” ucap Wakapolri.

Saffrudin mengakui kedatangannya ini merupakan bentuk konsen yang tinggi dari Polri dalam menangani kasus ini. Untuk itu,  dia meminta kepada Polda-Polda secepatnya menyelesaikan kasus ini.

“Bulan ini harus selesai, jangan sampai Bulan Ramadhan ada miras. Semua dicek perizinannya, mekanisme penjualan. Jangan hanya masalahnya yang diselesaikan namun sistemnya,” tegas Saffrudin.