Kebayoran > Laporan Utama

Pasca Vonis Ahok

Pengamat : Ahok Diperlakukan Diskriminatif

Rabu, 10 Mei 2017 16:08 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Ahok
Istimewa
Foto : istimewa

Share this








Pengamat politik menganggap Ahok diperlakukan Diskriminatif. Sehingga sanksi yang diberikan Majelis Hakim pun dinilai berlebihan

KEBAYORAN BARU - Pengamat politik Ray Rangkuti beranggapan bahwa publik telah memperlakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara diskriminatif. Dampaknya, sanksi yang diberikan majelis hakim selama dua tahun penjara kepada Ahok pun dinilai terlalu berlebihan.

"Sebetulnya itu perlakuan diskriminatif yang terlalu besar terhadap Ahok. Dan itu yang menjadi keprihatinan kita, karena Ahok sudah dikalahkan oleh hukum dan politik," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (10/5/2017).

Menurut dia, akibat pernyataan Ahok di kepulauan seribu yang dianggap sebagai penodaan agama tersebut, Ahok kehilangan banyak pemilih di Pilgub DKI Jakarta 2017, "Parahnya lagi, dia juga harus dihukum secara fisik dengan penjara dua tahun. Bagi saya itu terlalu berlebihan," sambungnya.

Lebih jauh, kata dia, tidak ada kejahatan yang amat prinsipil yang dilakukan oleh Ahok. Sebab, jika dinilai soal kasus penodaan agama, sebetulnya pasalnya saja masih diperdebatkan atau masih kontroversi.

Baca : Urgensi Kajian Lahan di Area Longsor Setu-Tangsel

Ray pun mencontohkan, jika kasus korupsi, pembunuhan, atau perzinahan itu tidak ada pasal yang diperdebatkan. Hanya tinggal pembuktian saja, kasusnya benar terjadi atau tidak. Namun jika pasal penodaan agama, pasalnya masih kontroversial, karena tidak ada batasan yang jelas dan tegas.

"Ini semua menurut saya, agak mundur. Kita sebetulnya berharap dari situasi ini, ada kemauan yang tegas dari majelis hakim untuk memperlihatkan agar orang tidak semena-mena menuduh orang melakukan penodaan agama," tegasnya.

Dia pun memandang bahwa putusan majelis hakim atas kasus Ahok ini akibat dari desakan publik dengan melakukan aksi yang amat besar,"Ya, kemarin sebelumnya kan ada demo besar-besaran. Mungkin itu yang mempengaruhi putusan hakim," tuntas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA).