Kebayoran > Laporan Utama

Pendukung Ahok: FPI Bubarkan, Ahok bebaskan

Selasa, 10 Januari 2017 10:19 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Relawan pendukung Ahok di depan Gedung Kementan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Relawan pendukung Ahok di depan Gedung Kementan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Share this





Massa pro Ahok menyuarakan sidang kelima kasus penistaan agama yang sedang diikuti Ahok menganggu kampanye Ahok.

PASAR MINGGU - Pendukung terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mulai memenuhi depan Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Ragunan, Pasar Minggu Jakarta Selatan tempat digelarnya sidang kasus dugaan penistaan agama.

Dalam orasinya, massa pro Ahok mengumandangkan seruan agar polisi segera mengusut kasus pemukulan Kader PDI Perjuangan oleh anggota Front Pembela Islam (FPI). "Ada kader dipukuli, dikeroyok FPI, kami harus lawan. Bubarkan FPI!," tegas orator diatas mobil berpengeras suara di depan Kantor Kementan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Selain itu, massa pro Ahok juga menyuarakan bahwa sidang kelima kasus penistaan agama yang sedang diikuti Ahok menganggu kampanyenya. "Ini sudah masuk minggu kelima. Sidang ini mengganggu kampanye pak Ahok," terang orator.

Terakhir, massa pro Ahok yang rata-rata mengunakan kemeja kotak-kotak tersebut meminta agar Ormas Islam FPI dibubarkan. "Indonesia dalam bencana dijajajah bangsa sendiri. Mari rapatkan barisan untuk melawan penindasan. Agama jadi jualan untuk bisa berkuasa. FPI radikal, FPI perusak, FPI musuh besar bangsa," nyanyi para pendukung Ahok.

"FPI bubarkan, Basuki bebaskan!," sambung mereka.







Kebayoran > Laporan Utama

Anies-Sandi Lirik Strategi Baru

Jumat, 17 Februari 2017 14:04 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : M Nashrudin Albaany

Anies-Sandi di DPP Partai Gerindra. (Baany)
Anies-Sandi di DPP Partai Gerindra. (Baany)

Share this





Cagub Anies Baswedan angkat bicara terkait putaran kedua untuk meladeni kekuatan suara Ahok-Djarot.

KEBAYORAN BARU - Pilkada DKI Jakarta 2017 berpotensi menghadapi putaran kedua. Persaingan ketat terjadi atas torehan suara anatar paslon Ahok-Djarot dan Anies-Sandi.

Cagub Anies Baswedan angkat bicara terkait putaran kedua untuk meladeni kekuatan suara Ahok-Djarot.

"Nanti kami akan cari jalan keluarnya. Tapi secara garis besar, hasil ini adalah bukti bahwa warga Jakarta ingin perubahan. Dan ini adalah tantangan kedepan untuk memberikan jawaban akan adanya gubernur baru yang bisa memberikan perubahan," kata Anies di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017) malam.

Evaluasi perolehan suara rendah, kata dia, akan menjadi perhatian tim pemenangan.

"Kalau secara hitung-hitungan TPS, sebenarnya kami yang menang. Tapi perbedaannya hanya di TPS yang jumlah pemilihnya lebih besar dari pasangan nomor urut dua," kata dia.

Demi memastikan suara tinggi, ia mengatakan akan melihat kembali wilayah-wilayah memiliki potensi besar meraih suara.

"Sedang kami cari, nanti begitu ada dikabari," ujar dia.

"Kami juga ingin terus memaparkan program ke masyarakat. Karena dari hasil temuan kami, mereka yang sudah melihat dan mendengar visi dan misi kami, ternyata lebih 60 warga suka dan mendukung," kata dia.

 

 







Kebayoran > Laporan Utama

Anies-Sandi Kalahkan Ahok-Djarot di TPS Ini

Rabu, 15 Februari 2017 17:32 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : M Nashrudin Albaany

Anies di TPS 28. (Baany)
Anies di TPS 28. (Baany)

Share this





Perolehan suara Anies-Sandi mencapai 337 suara, disusul paslon Ahok-Djarot dengan 169 suara.

CILANDAK - Proses penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 28 di Jalan H Nasiin, RT 06/04 Kelurahan Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan telah selesai.

Di TPS yang menjadi tempat pemungutan suara Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan dan keluarga, Anies unggul atas dua pesaingnya yaitu Agus-Sylvi dan Ahok-Djarot.

Pantauan infonitas.com di lokasi, puluhan warga hadir langsung di TPS menyaksikan hasil pengitungan suara. Sejumlah personel kepolisian pun nampak berjaga untuk mengamankan lokasi.

“Yes,” seru warga di TPS  28 sambil bertepuk tangan dengan kompak mendengar jagoan mereka meraih suara tertinggi, Rabu (15/2/2017).

Sementara saat suara bagi pasangan lain dihitung, warga nampak hening. Penghitungan dimulai sejak Pukul 14.00 WIB. Perolehan suara Anies-Sandi mencapai  337 suara, disusul paslon Ahok-Djarot dengan 169 suara.

Terendah, terdapat paslon Agus-Syli hany menoreh 22 suara dari total 570 suara di TPS tersebut. Sedangkan jumlah DPT ternyata mencapai 698 jiwa dan terdapat dua surat suara tak sah.

Pencoblosan di TPS ini selesai tepat pukul 13.00 WIB. Usai istirahat dan makan siang, petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) langsung melakukan proses perhitungan.

 

 







Kebayoran > Laporan Utama

Di TPS Sendiri, Agus Keok Lawan Ahok

Rabu, 15 Februari 2017 16:18 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Proses penghitungan suara di TPS 06 Rawa Buaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tempat Agus mencoblos.
Proses penghitungan suara di TPS 06 Rawa Buaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tempat Agus mencoblos.

Share this





Dari total 485 surat suara di TPS 06 Rawa Barat, Kebayoran Baru, Agus-Sylvi meraih 127 suara, Ahok-Djarot meraih 286 suara, Anies – Sandi 66 suara.

KEBAYORAN BARU - Paslon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat kangkangi dua pesaingnya yakni Paslon Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) - Sylviana Murni dan Anies Baswedan - Sandiaga Uno dalam hasil pemungutan suara di TPS 06 Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tempat di mana AHY mencoblos.

Berdasarkan hasil penghitungan dari total 485 surat suara, paslon nomor urut satu Agus-Sylvi memperoleh 127 suara, sedangkan Paslon Ahok-Djarot mendapatkan suara tertinggi dengan 286 suara. Lalu yang mendapatkan suara terendah dengan total 66 suara ditempati oleh Paslon Anies-Sandi.

"Kami selesai melakukan penghitungan dan mendapati enam surat suara yang dinyatakan tidak sah," kata Ketua Kelompok Pemilihan Pemungutan Suara (KPPS) TPS 06 Rawa Barat, Habsari Kuspurwahati, Rabu (15/2/2017).

Diketahui, TPS 06 Kelurahan Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan merupakan tempat dimana Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggunakan hak pilihnya. Agus beserta istri Annisa Pohan, menggunakan hak pilihnya sekira pukul 09.30 WIB pagi tadi.







Kebayoran > Laporan Utama

Ahok - Djarot Pantau Quick Count di Rumah Mega

Rabu, 15 Februari 2017 11:22 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : DBS

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Ahok – Djarot.
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Ahok – Djarot.

Share this





Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Ahok-Djarot berencana menuju ke Kebagusan untuk melakukan pemantauan bersama.

JAKARTA – Usai memberikan hak pilihnya di TPS 027, Kebagusan, Jakarta Selatan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berencana memantau hasil hitung cepat (quick count) dan penghitungan riil (real count), bersama calon gubernur dan wakil gubernur DKI nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Ahok-Djarot berencana menuju ke Kebagusan untuk melakukan pemantauan bersama. Djarot telah tiba terlebih dahulu di kediaman Megawati setelah mencoblos di TPS 08 Kuningan, Jakarta Selatan. Djarot ditemani istri, Happy Farida.

"Direncanakan Pak Djarot dan Pak Ahok datang ke Kebagusan untuk melakukan pemantauan bersama terhadap real count dan quick count," ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017).

Semantara itu, Ahok mengatakan, usai mencoblos didirnya berencna menuju kediaman Megawati. Dia akan makan siang bersama Ketum PDIP Megawati. ."Makan siang sama Bu Mega. Ada Pak Oso juga kali ya," kata Ahok di TPS 54, Pluit, Jakarta Utara, Rabu (15/2).







Kebayoran > Laporan Utama

Sidang Ahok Besok Hadirkan 4 Saksi Ahli

Minggu, 12 Februari 2017 15:25 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

Sidang Ahok
Sidang Ahok

Share this





Saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan bukan lagi saksi fakta, melainkan saksi ahli.

JAKARTA – Sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) digelar besok di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan. Pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) rencananya akan menghadirkan 4 saksi ahli.

Keempatnya adalah, Prof. Dr. Muhammad Amin Suma selaku ahli agama Islam; Dua ahli hukum pidana, yakni Dr. Mudzakkir dan Dr. Abdul Chair Ramadhan; dan  ahli Bahasa Indonesia Prof. Mahyuni.

“Sidang-sidang selanjutnya, JPU tidak lagi menghadirkan saksi fakta. Saksi yang dihadirkan adalah saksi ahli,” ucap anggota tim advokasi dan hukum Ahok, Ronny Talapessy, Minggu (12/2/2017).







Kebayoran > Laporan Utama

Kapolda : Siapapun Gubernurnya, Jakarta Harus Tetap Aman

Kamis, 09 Februari 2017 15:49 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan

Share this





Meskipun terjadi silang pendapat antara pasangan calon dan para pendukungnya, hal ini diharapkan tidak akan mempengaruhi kedamaian di Jakarta.

KEBAYORAN BARU –Jelang Pilkada DKI Jakarta 15 Februari2017, Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan mengungkapkan siapapun yang akan menduduki kursi panas DKI satu, Ibu Kota harus tetap dalam kondisi aman.

Hal tersebut disampaikan oleh Iriawan, usai berkoordinasi dengan Pangdam Jaya, Mayjen Teddy Lhaksmana dalam rangka menjaga keamanan saat pelaksanaan Pilkada DKI. "Siapapun gubernurnya yang penting Jakarta tetap dalam keadaan aman, karena Jakarta ini barometer Indonesia," tegas Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017).

Selain itu, meskipun terjadi silang pendapat antara pasangan calon dan para pendukungnya, hal ini diharapkan tidak akan mempengaruhi kedamaian di Jakarta. Bahkan, Iriawan menegaskan, tidak ada perpecahan antar golongan di DKI.

"Tidak ada masalah, buktinya debat publik kanan kiri satu dua tiga tidak ada masalah. Kemarin ada nomor tiga di Jakarta Utara tidak ada masalah. Semua komitmen damai," jelas Iriawan.

Lebih jauh, mantan Kadiv Propam Mabes Polri ini menanggapi banyaknya berita hoax yang bermunculan. Menurut Iriawan, masyarakat sudah pandai memilah milih bahan bacaan. Mana yang patut diserap mana yang patut dipertanyakan kebenarannya.

"Isu itukan banyak di medsos (media sosial). Media mainstream juga tidak mengangkat itu karena memang itu jamannya digital. Jaman media sosial yang luar biasa sehingga ada berita hoax," tukas pria yang pernah menjabat Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya.







Kebayoran > Laporan Utama

GP Ansor Jakarta Selatan Batal Geruduk Rumah Lembang

Selasa, 07 Februari 2017 16:01 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Ilustrasi GP Ansor
Ilustrasi GP Ansor

Share this





Pembatalan tersebut setelah adanya mediasi antara polisi dan GP Ansor yang hendak ke posko pemenangan Ahok – Djarot di Lembang, Jakarta Pusat.

MAMPANG PRAPATAN – Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengurungkan niat menggeruduk posko kemenangan pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, yang rencananya akan dilakukan Selasa (7/2/2017) sore.

Pembatalan tersebut setelah adanya mediasi antara Kapolsek Metro Mampang, Kompol Syafei dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Budi Hermanto, dengan Ketua Cabang GP Ansor Jakarta Selatan.

"Bahwasanya giat geruduk ke rumah Lembang Ahok-Djarot, di Menteng, Jakarta Pusat dibatalkan," ucap Kepala Subbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Purwanta saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/2/2017).

Purwanta menambahkan, sebagai ganti agenda tersebut, pihak GP Ansor akan menggelar sholat berjamaah di Mushola Annajah, Jalan Tegal Parang Utara No. 30, Mampang, Jakarta Selatan. "Setelah itu membubarkan diri," tutup Purwanta.

Sebelumnya diketahui, GP Ansor Jakarta membenarkan perihal adanya surat ke pihak berwajib terkait rencana aksi di posko pemenangan Ahok-Djarot di Rumah Lembang, Jakarta Pusat.

Dalam surat tersebut, GP Ansor Jakarta Selatan berencama menggelar aksi pada Selasa (7/2/2017), pukul 14.00 WIB sampai 18.00 WIB. Jumlah peserta diperkirakan mencapai 500 orang.







Kebayoran > Laporan Utama

Rizieq Sebut Tim Kuasa Hukum Ahok Hina Ulama

Rabu, 01 Februari 2017 20:26 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Chandra Purnama

Habib Rizieq
Habib Rizieq

Share this





Ia tidak terima tudingan yang diarahkan kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin dari tim kuasa hukum Ahok.

KEBAYORAN BARU - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq mengecam perlakuan tim kuasa hukum terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok),

Rizieq tidak terima tudingan yang diarahkan kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin saat memberikan kesaksian di sidang ke-8 kasus penistaan agama.

Menurut Rizieq, perlakuan kepada Ma'ruf merupakan penghinaan yang tidak seharusnya dilakukan oleh kepada pemuka agama.

Sebab, saat dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama, Ma'ruf merupakan saksi fakta.

"Para Habib dan GNPF, kami tidak terima ketua umum MUI yang sekaligus Rois Am PBNU pada saat beliau hadir di persidangan Ahok sebagai saksi dari MUI dihinakan oleh Ahok dan dihinakan oleh pengacaranya. Siap bela ulama? siapa bela MUI?," seru Rizieq di depan ribuan simpatisan FPI, Selasa (1/2/2017).

Oleh sebab itu, Rizieq meminta kepada seluruh umat Islam yang berharap keadilan ditegakkan agar mengawal setiap persidangan kasus dugaan penistaan agama.

"Karena itu saya meminta ke umat Islam untuk terus kawal sidang Ahok. Ahok tidak boleh bebas, betul?, siap banjiri sidang Ahok?," teriak Rizieq.

Selain itu, pria yang belakangan juga dituding memiliki skandal dengan tersangka makar Firza Husein ini menyerukan perjuangan dalam mengawal aksi bela Islam.

"Apakah kami difitnah, apakah kami dipenjara, apakah kami dibunuh, demi Allah umat Islam harus tetap melanjutkan perjuangan untuk membela agama dan negara," tegas Rizieq.

Seperti diketahui, sebelumnya Ahok menyatakan berbagai keberatannya atas kesaksian Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin dalam sidang kasus penistaan agama kedelapan di Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1) kemarin.

Namun, dalam sidang tersebut pernyataan Ahok kemudian banyak mendapat kritikan dari berbagai pihak.

 







Kebayoran > Laporan Utama

Usai SBY, Giliran Donal Trump Disebut Dalam Sidang Ahok

Selasa, 31 Januari 2017 20:12 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Ketua MUI Ma’ruf Amin saat menghadiri sidang Ahok.
Ketua MUI Ma’ruf Amin saat menghadiri sidang Ahok.

Share this





Nama Donald Trump dibawa-bawa saat tim kuasa hukum Ahok bertanya soal pemimpin bukan dari kaum muslim.

PASAR MINGGU - Usai nama Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut dalam persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kini giliran nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump disinggung dalam persidangan.

Kejadian berawal saat tim kuasa hukum Ahok, mendapat giliran bertanya kepada saksi persidangan, yakni Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma'ruf Amin. Dalam kesempatan itu, salah seorang tim kuasa hukum Ahok bertanya soal pemimpin bukan dari kaum muslim.

"Kan anda tadi bilang kami kalau pilih pemimpin gak boleh Yahudi dan Nasrani. Bagaimana anda berkata itu, apakah bisa digunakan membangun bangsa?," beber Teguh Samudera saat mengajukan pertanyaan ke Ma'ruf Amin, Selasa (31/1/2017).

Belum sempat Ma'ruf menjawab, Teguh kembali mengaitkan kebijakan Presiden Amekia Serikat, Donald Trump soal pelarangan imigran yang hendak masuk ke wilayah Amerika Serikat.

"Kami lihat di Amerika Donald Trump mengeluarkan kebijakan imigran yang kontroversial, gimana dikaitkan dengan pernyataan anda?," lanjut Teguh.

Mendengar pertanyaan tersebut, Ma'ruf lantas terdiam. Mantan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) era SBY itu, memilih enggan menanggapi pertanyaan tersebut.

"Gak relevan, itu sudah kemana-mana pertanyannya. Menurut saya bukan porsi saya. Yang duduk sebagai saksi," kata Ma'aruf," tegas Ma'ruf.







Kebayoran > Laporan Utama

Ahok Tuding Ma’ruf Amin Berikan Kesaksian Palsu

Selasa, 31 Januari 2017 17:32 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Ahok
Ahok

Share this





Ahok pun berencana akan mempolisikan Ketua MUI Ma'aruf Amin karena telah memberikan kesaksian palsu di dalam persidangan.

PASAR MINGGU – Majelis hakim persidangan kasus dugaan penistaan agama, mempersilahkan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk memberikan tanggapan atas kesaksian yang disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin.

Ahok yang terlihat geram dengan jawaban Ma'ruf soal tidak benar adanya percakapan dirinya dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Padahal, tim kuasa hukumnya memiliki bukti tentang kebeneran adanya percakapan tersebut.

"Saudara tidak pantas jadi saksi," tegas Ahok saat menanggapi kesaksian Ma'ruf Amin di Auditorium Kementrian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

Selain itu, Ahok menuding Ma'ruf yang pernah menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) era SBY ini telah melakukan kebohongan, yakni perihal pertemuan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Agus-Sylvi.

Ahok juga membantah pernyataan Ma’ruf yang mengatakan kedatangan paslon nomor urut satu ke Kantor Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) terjadi sebelum kunjungan dirinya ke Pulau Panggang, Kepulauan Seribu yakni pada 27 September 2016. "Sebenernya itu pertemuan tanggal 7 Oktober 2016. Yang tidak lain setelah saya ke Pulau Panggang," ungkap Ahok.

Ahok pun berencana akan mempolisikan Ma'aruf karena telah memberikan kesaksian palsu pada saat persidangan. "Kami akan polisikan saudara saksi. Saya akan buktikan, satu persatu dipermalukan nanti," ujar Ahok.