Kebayoran > Laporan Utama

Mengingat Kembali Sejarah Lahirnya Pancasila

Jumat, 01 Juni 2018 08:00 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ichwan Hasanudin

Pancasila
Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.
Foto : istimewa

Share this








Tepat tanggal 1 Juni ini diperingati sebagai Hari lahir Pancasila yang ditetapkan sebagai hari lubur nasional oleh Presiden Joko Widodo.

KEBAYORAN – Pada 1 Juni 2016, Presiden Joko Widodo telah menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari lahir Pancasila dan dijadikan hari libur nasional. Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Hari lahir Pancasila.

Kepres itu juga sekaligus melengkapi keputusan presiden sebelumnya yakni Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2008 yang telah menetapkan 18 Agustus 1945 sebagai Hari Konstitusi.

Dapat dipahami, penetapan 1 Juni sebagai Hari lahir pancasila dan menjadi libur nasional merupakan sesuatu yang momumental. Pasalnya, di masa pemerintahan Orde Baru melarang adanya peringatan hari lahir pancasila.

“Orde Baru melarang peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni. Sepanjang Orde Baru, kita tahu, larangan-larangan itu masih berlaku," kata Sejarawan Asvi Warman Adam seperti dikutip dari intisari.grid.id.

Laman resmi Kemendagri menuliskan tanggal 1 Juni sempat menjadi perdebatan di era kepemimpinan Presiden Soeharto atau era rezim Orde Baru. “Pasalnya sikap pemerintah terhadap Pancasila ambigu,” tulis laman www.kemendagri.go.id.

Atas sikap itu sehingga pemerintah Orde Baru memerintahkan Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) melarang peringatan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila.

Asri mengatakan penetapan tanggal 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila juga masih ada silang pendapat. Beberapa pihak mengatakan Pancasila lahir bukan pada tanggal 1 Juni melainkan tanggal 18 Agustus 1945.

Peneliti LIPI itu juga mengakui memang Pancasila disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Namun, rangkaianan penyusunan dan pembuatan rumusannya sehingga menjadi lima poin seperti sekarang ini dilakukan sejak tanggal 1 Juni hingga 18 Agustus 1945.

"Pancasila yang kita kenal disahkan pada tanggal 18 Agustus itu adalah yang seperti sekarang ini. Tapi, rangkaiannya itu dari 1 Juni sampai 18 Agustus," ujar pria kelahiran Bukittinggi, 8 Oktober 1954 ini.

Atas beda pendapat itu, Kemendagri memberikan penjelasan ditetapkannya tanggal 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila karena pada tanggal itu kata Pancasila pertama kali diucapkan oleh Soekarno yang saat itu belum diangkat sebagai Presiden.

Pada saat itu Bung Karno mengucapkan kata Pancasila pada sidang Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan sekaligus mengusulkan dasar negara Indonesoa dengan nama Pancasila. Nama Pancasila didapat Soekarno dari seorang teman yang ahli bahasa, tanpa menyebut siapa nama temannya tersebut.

Namun Pancasila yang diusulkan oleh Soekarno itu bunyinya tidak seperti sekarang ini. Ini susunan Pancasila yang diusulkan Soekarno.

1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau perikemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan

Naskah resmi Pancasila baru disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Satu hari setelah Indonesia Merdeka melalui Rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), bersamaan dengan disahkannya UUD 1945 sebagai undang-undang dasar negara.