Kebayoran > Laporan Utama

Lurah Lenteng Agung Terus Atasi Masalah Lingkungan

Rabu, 13 Desember 2017 18:26 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Wildan Kusuma

Kemacetan menjadi salah satu masalah di wilayah Lenteng Agung
Kemacetan menjadi salah satu masalah di wilayah Lenteng Agung.
Foto : Wildan Kusuma

Share this








Lurah Lenteng Agung mengatakan berbagai permasalahan di wilayahnya terus berupaya diatasi. Seperti kemacetan yang sudah berkoordinasi dengan kepolisian.

LENTENG AGUNG – Lurah Lenteng Agung Satya memaparkan pembangunan yang sedang berjalan saat ini seperti pengaspalan jalan yang sudah dilaksanakan Sudin Pekerjaan Umum (PU) di beberapa RW dan sistemnya tersentralisasi, serta pembangunan rumah susun di dekat stasiun Tanjung Barat.

"Ya memang itu jadi permasalah. Kami sudah atasi itu denhan berkordinasi dengan pihak kepolisian dan dishub," ujar Satya kepada infonitas.com, Rabu (13/12/2017).

Selain itu juga pembangunan waduk Jagakarsa yang berada di dekat pasar Lenteng Agung, yang saat ini sedang dalam proses dan ditargetkan selesai tahun 2018.

Proses pembangunan waduk tersebut sedang berjalan, ada tanah seluas tiga hektar yang dibebaskan pemerintah dan diperuntukan bagi pembangunan waduk sekitar 5.000 meter. "Prosesnya sudah digali, tanahnya diperdalam, dan sudah diturap," jelas Satia

Satia mengiyakan bahwa kondisi kali di beberapa titik di Lenteng Agung memang masih belum diturap, namun sudah diajukan ke pemprov untuk dipercepat prosesnya.

Terkait banjir yang baru-baru ini melanda Jakarta, ada beberapa titik rawan banjir di area kelurahan Lenteng Agung seperti di jalan Kali Pulo yang merupakan dataran rendah.

Untuk pencegahannya, Kelurahan Lenteng Agung mengantisipasi lewat kontrol dari 95 orang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

"Setiap hari kita bersihkan kali dan saluran air biar mampu mengidentifikasi sumbatan," kata Satia.

Dia juga bercerita saat kemaren petugas PPSU mampu mengidentifikasi adanya pohon bambu yang tumbang ke kali sehingga menyumbat kali dan membuat sampah jadi menumpuk.

"Itu sampe banyak tuh sampah yang nyumpel, ada lebih dari satu truk, sampah yang kita bersihkan," cerita Satia.