Jumat, 08 Desember 2017 14:15:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Wildan Kusuma
Kuasa Hukum Setya Novanto, Ketut Mulya Arsana.
Ketua Tim Kuasa Hukum Setya Novanto, Ketut Mulya Arsana.
Foto : Wildan Kusuma
 

CILANDAK - Kuasa Hukum tersangka kasus mega korupsi e-KTP Setya Novanto, Ketut Mulya Arsana, terlihat keberatan atas pertanyaan Hakim Kusno terkait jangka waktu sidang praperadilan kliennya yang terancam gugur. 

Menurutnya, pihaknya meyakini bahwa jangka waktu yang telah ditetapkan akan menyelesaikan sidang praperadilan Ketua DPR RI tersebut.

Seperti diketahui, pihak Kuasa Hukum KPK telah memberikan pernyataan bahwa Novanto akan segera melakukan persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 13 Desember 2017 mendatang. Selain itu, pihak KPK telah menaikan status mantan Ketua Umum Golkar tersebut menjadi terdakwa. 

Namun, Ketut memberikan tanggapan terhadap pernyataan tetap ingin sidang dilanjutkan sebab itu bagian dari hak dari kliennya.

"Terima kasih yang mulia menanggapi apa yanh disampaikan tadi, soal apa praperadilan ini bermanafaat dilanjutkan atau tidak karena kami pemohon ini menyangkut hak asasi harus dilanjutkan sampai pada tahap akhir," ujarnya di PN Jaksel, Jumat (8/12/2017).

Ketut menilai proses pemeriksaan saksi bisa selesai pada hari Selasa. Karena itu, tak ada alasan bagi hakim untuk tidak melanjutkan sidang praperadilan tersebut.

"Karena saya berkeyakinan bahwa proses seharusnya pemeriksaan sudah bisa dilaksanakan di hari selasa. Kenapa demikian karena kalau kita lihat proses hari ini jawaban kemudian bukti tertulis. Saksi ahli kami full hari senin. Saksi ahli KPK full hari selasa. Sehingga permriksaan itu hari Selasa," katanya.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda