Kebayoran > Laporan Utama

Polemik Macet Di Jaksel

Kemacetan di Fatmawati Semakin Parah, Pengguna Jalan Kesal

Kamis, 18 Mei 2017 15:04 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Kemacetan kawasan Fatmawati
Kemacetan kawasan Fatmawati
Foto : M Nashrudin Albaany

Share this








Para pengguna jalan kesal karena kemacetan di kawasan Fatmawati yang semakin parah sebagai dampak proyek dari pembangunan MRT.

CIPETE –  Para pengguna jalan semakin kesal karena merasakan macet yang luar biasa tiap kali melewati Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan. Pasalnya, ruas jalan kawasan ini mengalami penyempitan satu jalur, akibat proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT).

Kepadatan yang paling parah terjadi di Simpang Haji Nawi, Cipete Utara. Di sini, jalur menyempit sampai tiga meter. Inilah dampak dari pembangunan MRT pun dengan diberlakukan penutupan di Jalan Fatmawati sejak 4 Februari hingga 11 Agustus mendatang.

Pengguna kendaraan pribadi dari arah Fatmawati yang hendak menuju Blok M dan sebaliknya, dialihkan melalui Jalan Antasari dan Pondok indah. Hal ini pun amat dikeluhkan oleh para pengguna jalan yang biasa melewati kawasan tersebut.

"Kalau pas jam kerja, pagi dan sore hari, di sini macetnya ampun-ampunan, bisa sampai berkilo-kilo meter," kata Sutarno (39), salah seorang pengguna jalan, Kamis (18/5/2017).

Baca : Djarot Undang DPRD dan Kemendagri Bahas Anggaran

Dia mengaku, setiap hari harus menempuh perjalanan hingga 1,5 jam dari kantornya yang ada di kawasan Pondok Indah. Padahal sebelumnya, jarak tersebut hanya ditempuh selama 15 menit dari arah Fatmawati.

"Kemacetan paling parah itu di ruas antara Jalan Cipete Raya sampai perempatan Fatmawati, karena ada proyek pembangunan MRT," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Sutarno, pemicu kemacetan lain adalah beberapa jalan kecil yang dijaga Pak Ogah. Sebab, mereka kerap mendahulukan kendaraan pribadi (mobil) yang masuk ke ruas utama Jalan Raya Fatmawati. 

"Saya sih berharap pembangunan MRT cepat rampung, supaya jalan bisa kembali normal seperti dulu. Karena kalau sekarang itu ibaratnya kita bisa tua di jalan," pungkasnya.