Senin, 12 Februari 2018 13:30:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Wildan Kusuma
Keempat Tersangka Korupsi Arsip Sekolah Belum Ditahan Polres Jaksel
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto menyatakan Polres Metro Jakarta Selatan belum melakukan penahanan terhadap empat tersangka korupsi arsip sekolah di Jakarta Selatan. (foto: Dok. Humas Polres Jaksel)
Foto : istimewa
 

KEBAYORAN  - Kepolisian Metro Jakarta Selatan menetapkan empat orang tersangka kasus korupsi pengadaan perlengkapan modernisasi arsip sekolah. Salah satu tersangkanya, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan berinisial TS. Namun, meski ditetapkan sebagai tersangka, oknum PNS di lingkungan Pemkot Jaksel tersebut belum ditahan.

Seperti diketahui, TS terlibat kasus korupsi bersama ajudan bernama AH, Direktur CV Marcyan Mora Mandiri SS, dan Direktur PT Erica Cahaya BK. Meski demikian, Polisi memberi penjelasan soal tak ditahannya keempat tersangka tersebut.

"Penyidikan korupsi lama, prosesnya, ini saja LP 2016, kita melakukan audit dan pemeriksaan makan waktu. Sehingga tentunya tidak kita tahan," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto di Mapolrestro Jaksel, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jumat (9/2/2018).

Meski begitu, polisi segera menahan keempat orang tersebut saat berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh kejaksaan. Saat ini berkas perkara Togu Siagian yang baru dinyatakan lengkap. "Tapi nanti setelah empat LP itu P21 serempak kita tahan dan limpahkan dan kejaksaan," ujarnya.

Togu yang saat itu menjabat sebagai Kasi Sarpras Sudin Pendidikan Jaksel diduga melakukan korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2.947.205.411,50. Korupsi itu diduga terkait pengadaan perlengkapan modernisasi arsip sekolah di SDN Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, dan SMPN Jaksel.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda