Kebayoran > Laporan Utama

Jelang Ramadan, Harga Ikan Asin Naik di Jakarta Selatan

Kamis, 20 April 2017 18:56 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Ilustrasi Penjual Ikan Asin (Ist)
Ilustrasi Penjual Ikan Asin (Ist)
Foto : istimewa

Share this





Jelang Ramadhan, Harga ikan asin naik hingga melampaui harga satu kilo daging sapi, karena pasokan tersendat.

KEBAYORAN BARU  - Sebulan jelang Ramadan, harga beberapa kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan di pasar tradisional di Jakarta Selatan. Termasuk salah satunya harga ikan asin yang kini justru melampui harga sekilo daging sapi.

Contohnya adalah harga ikan asin teri medan yang dijual seharga Rp150 ribu per kilogram dan ikan merk jambal roti kualitas I, yang mencapai Rp 200 ribu per kilogram. Harga ini tentu jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga daging sapi has dalam sekalipun. 

"Harganya sudah mulai naik sejak dua minggu ini. Rata-rata harga ikan asin naik berkisar antara Rp 15 sampai Rp 30 ribu per kilogram," kata Slamet, salah seorang pedagang ikan teri di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Kamis (20/4/2017).

Pria asal Cirebon ini merinci, harga ikan asin teri jambal kualitas reguler naik Rp 20 ribu, menjadi Rp 120 ribu per kilogram. Teri jengki juga naik Rp 15 ribu dan dijual Rp 95 ribu per kilogram, serta cumi asin telor kini dijual Rp 120 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 80 ribu per kilogram.

Baca juga : Yuk Coba Kereta Wisata Gratis di Monas

Menurut dia, mahalnya harga ikan asin terutama jambal roti dan teri medan ini diluar dugaan. Sebab, daging sapi kualitas super, yakni has dalam yang biasa untuk rendang, pasarannya hanya Rp 140 ribu per kg dan daging sapi reguler bertahan di kisaran Rp 120 ribu per kilogram.

"Kenaikan ini terjadi karena pasokan ikan asin dari daerah sebelumnya sempat tersendat. Tapi setelah itu, harganya tetap saja mahal," jelasnya.

Hal ini pun dikeluhkan oleh para pembeli yang mayoritas dari kalangan ibu rumah tangga. Mereka mendesak pemerintah agar segera mengatasi kenaikan harga sembako, termasuk ikan teri.

"Belum puasa saja, harga-harga sudah pada mahal. Apalagi saat puasa nanti. Warga miskin seperti kami ini bisa puasa selamanya," keluh Siska, warga Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru.