Kebayoran > Laporan Utama

Pasca Vonis Ahok

Ini Dampak Psikologis Bagi Pendukung Ahok

Senin, 15 Mei 2017 14:20 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : M Nashrudin Albaany

Warga kumpulkan KTP untuk penangguhan penahanan Ahok di Balai Kota.
Warga kumpulkan KTP untuk penangguhan penahanan Ahok di Balai Kota.
Foto : Wahyu Muntinanto

Share this








Mendukung dengan cara berlebihan, ternyata ini dampak psikologis yang dapat muncul bagi pendukung Ahok.

KEBAYORAN BARU - Aksi unjuk rasa menuntut agar Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dibebaskan dari penjara terus dilakukan oleh para relawan dan pendukungnya, biasa dikenal juga dengan Ahokers. Tak hanya di Jakarta, namun aksi itu juga menyebar hingga ke beberapa daerah di Indonesia.

Psikolog Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Bagus Riyono menilai tindakan para Ahokers tersebut merupakan bentuk kekecewaan yang mendalam atas vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara dengan menjatuhi hukuman dua tahun penjara kepada Ahok sebagai terdakwa kasus penodaan agama, Selasa (9/5/2017) lalu.

"Hal itu terjadi karena adanya kekecewaan dari mereka. Karena kan harapan mereka awalnya sangat tinggi. Tapi kenyataannya sudah kalah di Pilkada DKI dan harus dipenjara juga. Jadi secara psikologis itu sangat memukul mereka," ujar Bagus saat dihubungi infonitas.com di Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin (15/5/2017).

Menurut dia, kekecewaan Ahokers itu dapat merembet ke level yang lebih parah, yakni ke arah frustrasi dan agresif. Sebab, kekecewaan yang dialami Ahokers tersebut bisa menjadi frustrasi, apabila tuntutan mereka tidak mendapat tanggapan yang sesuai.

Baca : Djarot Langsung Ambil Tindakan untuk Pasar Tanah Abang

"Apalagi sekarang muncul dukungan dari seluruh Indonesia, bahkan dari dunia internasional juga turut ikut campur dalam perkara ini. Dan ini menjadi salah satu penyebab mereka semakin besar kepala untuk melakukan aksi," paparnya.

Bagus mengatakan, sorotan dunia internasional dan pemberitaan dari media asing terhadap kasus ini, membuat seolah-olah apa yang dilakukan oleh para Ahokers tersebut adalah benar.

"Jadi mereka seolah-olah mendapat dukungan, dan malah menjadi semakin bersemangat," katanya.

"Tapi ya semoga saja mereka jangan sampai pada frustasi. Karena jika itu terjadi, bisa menimbulkan anarkisme di masyarakat," pungkas Bagus.