Kebayoran > Laporan Utama

Pasca Vonis Ahok

Ini Alasan Ki Gendeng Sebar Kebencian Terhadap Etnis Tionghoa

Rabu, 10 Mei 2017 17:59 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Ilustrasi Penangkapan
Ilustrasi Penangkapan
Foto : istimewa

Share this








Paranormal Ki Gendeng Pamungkas mengungkapkan alasan kebencian terhadap etnis Tionghoa yaitu ingin mengembalikan UUD 1945

SEMANGGI - Paranormal Ki Gendeng Pamungkas ternyata mempunyai tujuan tertentu saat menyebarkan rasa kebenciannya kepada etnis Tionghoa melalui media sosial. Dia mengaku ingin mengembalikan UUD 1945 ke bentuk aslinya.

"Saya ingin kembali ke UUD 1945 yang asli. Saya ini mempercayai Sabdo Palon nagih janji serat Prabu Jayabaya," kata‎ Ki Gendeng di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/5/2017).

‎Menurut dia, Sabdo Palon sendiri merupakan bagian dari Ramalan Jayabaya di zaman Kerajaan Majapahit, yang berisi mitologi menguasai tanah Jawa. Dia mengaku sudah membenci etnis Tionghoa sejak dulu, "Saya benci moral orang Cina," tuturnya.

Baca : Jika Penahanan Ditangguhkan, Negara Akan Terlihat Berpihak kepada Ahok

Ki Gendeng sendiri mengaku mempunyai inisiatif untuk membuat baju dan stiker sendiri yang berisi kata-kata anti Tionghoa, "Kita lihat saja mereka, sudah membuat bangsa kita jadi seperti ini," ucapnya.

Pra berusia 70 tahun ini mengaku sama sekali tidak menyesal, meski harus di bui karena menghina etnis Tionghoa. Dia juga berpesan kepada pengikutnya di Front Pribumi untuk tetap semangat berjuang menggelorakan anti antek asing.

"Saya ingin agar orang pribumi tidak kalah dengan etnis minoritas ini. Dan apa yang saya lakukan ini demi kebaikan," tutupnya.

Sebelumnya, dalam penangkapan yang dilakukan di rumahnya, aparat Polda Metro Jaya juga telah menyita barang bukti milik Ki Gendeng, seperti senjata api, stiker, kaos, dan jaket bertuliskan kata-kata rasis.