Selasa, 13 Februari 2018 19:23:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Wildan Kusuma
Novel Baswedan.
Novel Baswedan (foto: jawaposcom)
Foto : istimewa
 

SUDIRMAN - Ombudsman menilai penyidikan terkait kasus teror air keras yang dialami Novel Baswedan  kurang lengkap. Menurut Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala, hal tersebut dikarenakan jawaban Novel terbilang hanya dua lembar.

"Klarifikasi, kan ada berita bahwa bap menghilang. Terkait dengan BAP, kepada kami memang diberikan BAP, tentu bisa dimengerti kenapa tipis, pertama diambil saat novel dalam posisi gak sehat, maka keterangan itu juga tidak maksimal," ujar Adrianus di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/2/2018).

Menurutnya, minimnya jawaban novel kepada penyidik membuat permasalahan ya tersebut susah ditemui titik temu. Sehingga, hal ini membuat polisi harus mengambil keterangan kembali.

"Kurang lebih 2 sampai 3 lembar, tipis sekali. Makanya hendak diperkaya dengan BAP baru, makanya tidak ada masalahnya kan. Ada pendapat, karena yang pertama amat tidak sempurna cuma 2 sampai 3 lembar itu, maka BAP itu dibuat baru," katanya.

" Jadi ada dua pandangan, ketika BAP kedua sudah ditentukan kenapa mengambil BAP saat novel tidak sehat. Tapi tidak salah hal itu, tidak ada masalah kalau Polri mengambil berkali-kali," tambah Adrianus.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda