Kebayoran > Laporan Utama

Geledah Kantor Fredrich, KPK Amankan 27 Dokumen

Kamis, 11 Januari 2018 19:00 WIB
Editor : Ari Astriawan | Reporter : Wildan Kusuma

KPK Geledah Kantor Fredrich
Salah satu pengacara Fredrich Yunadi memberikan keterangan usai penggeledahan.
Foto : Wildan Kusuma

Share this








Penyidik KPK membawa 27 dokumen yang diduga terkait perkara KTP Elektronik dimana sebelumnya Fredrich bertindak sebagai kuasa hukum tersangka Setya Novanto

KEBAYORAN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah kantor Advokat dan Konsultan Hukum milik Fredrich Yunadi, mantan Kuasa Hukum tersangka mega korupsi KTP Elektronik Setya Novanto, Kamis (11/1/2018) sore. KPK amankan  27 dari kantor pengacara tersebut.

Dari informasi yang dihimpun infonitas.com, kantor tersebut digeledah lantaran Fredrich Yunadi telah dijadikan tersangka KPK karena menghalangi penyidikan. Pantauan infonitas.com, kantor tersebut digeledah KPK selama 7 jam dan keluar sekitar pukul 16.40 WIB, dengan membawa satu koper berukuran besar, satu koper berukuran kecil dan dua kardus berwarna cokelat berukuran sedang.

Usai melakukan penggeledahan, nampak para Penyidik KPK langsung bergegas menuju mobil masing-masing, tanpa memberikan komentar atau memberikan keterangan sedikit pun kepada awak media yang mencoba mengonfirmasi.

Salah satu tim kuasa hukum Fredrich, Sapriyanto Refa mengatakan, dirinya ikut menyaksikan penggeledahan tersebut. Ia menyebut Penyidik KPK membawa sekitar 27 barang bukti yang berupa dokumen. 

"Ada sekitar 27 barang bukti dokumen yang berkaitan dengan perkara Setya Novanto yang ditangani oleh Pak Yunadi, tapi nanti barang itu akan dikembalikan jika tidak ada hubungannya dengan perkara pak Fredrich," kata Sapriyanto di depan kantor Fredrich, di Jalan Iskandar Muda Nomor 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

Penyidik KPK, lanjut Sapriyanto hanya melakukan penggeledahan terhadap dokumen-dokumen dan tak melakukan penggeledahan terhadap para karyawan.

"Penyidik menggeledah lantai satu dan lantai dua dalam kantor aja. Enggak ada pemeriksaan karyawan dalam kantor, karyawan cuma menyaksikan saja," tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi menjadi tersangka menghalangi penyidikan KPK.