Kebayoran > Laporan Utama

Fredrich Kecewa Kantornya Digeledah KPK

Jumat, 12 Januari 2018 13:29 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Wildan Kusuma

Fredrich Yunadi
Fredrich Yunadi. (foto: okezone news)
Foto : istimewa

Share this








Fredrich Yunadi merasa kecewa atas penggeledahan di kantornya yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis sore lalu.

KEBAYORAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Advokat dan Konsultan Hukum milik Fredrich Yunadi pada Kamis (11/1/2018) sore. Sebanyak 27 dokumen yang diduga terkait kasus korupsi e-KTP ikut diamankan oleh KPK.

Penggeledahan itu membuat Fredrich merasa kecewa. Menurutnya, tindakan itu tidak sesuai dengan apa yang disangkakan KPK terhadap dirinya yaitu dianggap menghambat dan menggalang-halangi proses penyidikan.

"Memang dalam hal ini kami keberatan sebenarnya mereka bisa ambil itu  surat yang berkaitan dengan tuduhannya kepada saya. Kan saya dituduhnya pasal 21 dalam hal ini dianggap menghalangi atau merintangi namanya proses penyidikan,” kata Fredrich di kantornya Jalan Iskandar Muda Nomor 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018) malam kemarin.

“Harusnya kan berkaitan dengan itu, tapi ini yang tidak berkaitan dengan itu diambil, ya udah kami tidak mau ribut, paling penting ada tanda terima kan nanti saya dengan Pak SN bisa mempertanggungjawabkan," tambah Fredrich.

Meski kecewa, dia menilai tindakan KPK masih wajar. Pihak KPK menggeledah dan mengamankan 27 dokumen tersebut dengan membawa surat izin dari pengadilan.

"Tindakan hukum yang dilakukan KPK menurut saya masih dalam batas wajar, karena mereka membawa surat izin penggeledahan dari pengadilan, oleh karena mereka sudah sesuai dengan badan humum yg berlaku, oleh anak buah saya dipersilakan. Silakan aja, karena kita tdk ada rahasia apapun, kita tidak takut silakan, memang dalam penggeledahan memang diambil surat kuasa pak sn kepada saya. Karena surat kuasa pak SN kan ada 7, ya dimana itu kan bebeda khususnya," terangnya.

Fredrich menuturkan untuk proses hukum dirinya siap menjalankannya. Dia pun telah mempersiapkan sebanyak 12 kuasa hukum untuk membantunya menyelesaikan kasus tersebut.

"Selanjutnya, sbgmana prosedur yang ada, jadi semua ditangani oleh DPN pradi saya sudah memberikan kuasa, yg sudah menunjuk menjadi tim hukum saya sebanyak 12 orang yg menjadi penasihat hukum saya," katanya.