Jumat, 12 Januari 2018 09:33:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Wildan Kusuma
Fredrich Yunadi
Fredrich Yunadi. (foto: okezone news)
Foto : istimewa
 

KEBAYORAN - Mantan kuasa hukum tersangka kasus mega korupsi KTP elektronik Setya Novanto, Fredrich Yunadi menampik kabar soal dirinya memesan satu lantai Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Menurutnya, hal tersebut adalah mimpi di siang bolong.

"Itu kan mimpi di siang bolong. Buktinya, tanya saja sama pak Agung Laksono, tanya aja petinggi AMG (Angkatan Muda Golkar). Jadi di lantai itu ada 8 kamar yang terisi itu empat. Pak SN mengisi kamar nomor 5. Jadi bohong itu, saya punya bukti rekaman, bukti mimpi itu.," ujar Fredrich di depan kantornya, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

Dia menambahkan, pemeriksaan alat bukti yang disebut KPK masih spekulasi. Menurutnya, keterangan saksi belum tentu bisa dijadikan bukti.

"Ya menurut saya silakan saja mereka mengaku punya itu bukti, tapi keterangan saksi itu bukan bukti, tapi kalo keterangan saksi itu petunjuk, kalo ada 2 ket saksi dengan keterangan yang sama jadi itu bisa jadi bukti, menurut 182 kuhap. Jadi silakan saja memboking 1 lantai itu mimpi di siang bolong," katanya.

Seperti diketahui, kantor Advocat milik mantan kuasa hukum Setnov tersebut digeledah KPK sejak siang tadi. Hasil dari penggeledahan tersebut, KPK mengamankan 27 Dokumen yang dianggap berkaitan dengan kasus korupsi KTP elektronik yang dilakukan Setnov.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda