Jumat, 12 Januari 2018 17:23:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Wildan Kusuma
Fredrich Beri Tanggapan Soal Dokter Bimanesh Jadi Tersangka
Fredrich Yunadi. (foto: okezone news)
Foto : istimewa
 

KEBAYORAN - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Bimanesh Sutarjo, salah satu Dokter Rumah Sakit Media Permata Hijau, Jakarta Selatan. Bimanesh ditetapkan KPK menjadi tersangka lantaran dianggap menghambat penyidikan kasus mega korupsi KTP elektronik yang dilakukan Setya Novanto.

Penetapan Bimanesh sebagai tersangka mengundang tanggapan mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi yang juga ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan yang sama.

"Tindakan pidana itu wajib mempunyai sebab dan akibat coba yang pernah belajar hukum. Sebab gini, kenapa saya mukul situ misalkan karena apa, saya dipermalukan, diejek, saya emosi saya mukul situ. Akibatnya apa? Situ genjut bisa divisum. Kalau saya hanya ngomonya, eh lu gue hantem lu, nanti kalau lu macam-macam, itu pidana bukan? Bukan," kata Fredrich di kantornya, Jakarta Selatan, usai penggeledahan KPK, Kamis (11/1/2018) malam.

Selain itu, dirinya masih menyangkal soal sangkaan sebagai penghambat penyidikan Novanto. Menurutnya, hal yang telah dilakukannya di rumah sakit bukanlah rekayasa.

"Jadi kalau sekarang mengatakan bahwa saya merekayasa, silahkan buktikan. Kalau dokter sekarang diikutsertakan itu kan urusannya dokter," kata Fredrich.

"Karena sekarang dokter gini kan, situ sakit dibawa ke rumah sakit oleh keluarga situ, kemudian dokter bilang kamu harus dioperasi yang terjadi apa, ya setuju dioperasi atau dibawa ke rumah sakit lain. Jadi wewenangnya apa? Wewenangnya ada di tangan dokter," lanjutnya.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda