Kebayoran > Laporan Utama

Driver Online Resah Adanya Larangan Menggunakan GPS

Kamis, 08 Maret 2018 11:15 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ichwan Hasanudin

Larangan Menggunakan GPS
Ilustrasi Global Positioning System (GPS). (foto: Google Play)
Foto : istimewa

Share this








Sejumlah pengemudi taksi online mengaku resah adanya larangan penggunaan GPS. Pasalnya, tidak semua pengemudi tahu seluk beluk jalan di Jakarta.

KEBAYORAN – Para pengemudi taksi online mengakui resah terkait adanya larangan menggunakan Global Positioning System (GPS) yang sudah mulai diterapkan sejak Senin (5/3/2018) lalu. GPS merupakan teknologi yang sangat mendukung pekerjaan mereka sehari-hari.

“Saya mengantar penumpang kan pasti menggunakan GPS. Kan tidak semua orang hafal semua jalan di Jakarta. GPS dibuat juga untuk mempermudah orang sampai ke tujuan dengan cepat,” kata Ari Rahmadi (40 tahun), pengemudi taksi online kepada infonitas.com.

Dia menilai larangan menggunakan sistem GPS sebagai salah satu kemunduran zaman yang saat ini sudah serba teknologi dan aplikasi.

“Sekarang udah zaman canggih. Semua serba teknologi dan aplikasi. Kalau GPS dilarang, terus solusi yang diberi seperti apa? Masa harus tanya-tanya ke orang?” ucap Ari.

Begitu juga dengan Ade Kurniawan (25 tahun). Driver ojek online ini mengakui keberatan dengan adanya larangan menggunakan GPS.

“Ya, susah mas. Masa saya harus tanya-tanya ke orang. Kami kan kerjanya muter-muter cari penumpang. Kadang dapat penumpang yang alamatnya jauh dan saya gak kenal. Mau gak mau, ya pakai GPS,” terangnya.

Dia mengaku belum tahu persis mengenai detil larangan tersebut. Informasi yang didapatnya sebatas dilarang menggunakan GPS dan ada sanksi tilang jika yang melanggar.

“Harapannya disosialisasikan lagi ke semua pengemudi agar tidak ada simpang siur info,” pinta Ade.