Kebayoran > Laporan Utama

Djarot Bantu Nenek Sebatang Kara di Bungur-Kebayoran Lama

Rabu, 15 Maret 2017 16:06 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Sumber : DBS

Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di rumah nenek Sinem, Jalan Bungur Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (15/3/2017). (IST)
Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di rumah nenek Sinem, Jalan Bungur Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (15/3/2017). (IST)
Foto : istimewa

Share this








Kehidupan nenek bernama Sinem dengan pekerjaan tukang pijat ini sebentar lagi akan berubah. Djarot berniat membawa nenek Sinem ke Panti Dinas Sosial.

KEBAYORAN LAMA – Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melakukan blusukan dengan misi sosial di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Bagaimana tidak, seorang nenek yang hidup sebatang kara di sebuah rumah petak di Jalan Bungur Raya, Kebayoran Lama diajak Djarot untuk segera pindah dari rumah tersebut.

Perempuan paruh baya itu bernama Sinem. Ia mengaku haya hidup dari bantuan warga sekitar alias tetangga selama ini, khususnya ketika ia terjatuh sakit sejak dua bulan belakangan. Nenek Sinem pun menceritakan awal ia terbaring lemah kepada Djarot.

“Ibu sakit? Enggak bisa jalan ya? Mau enggak kalau besok dibawa dirawat, boleh ndak,” tanya Djarot di rumah nenek Sinem, Jalan Bungur Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (15/3/2017).

“Nggih, saya mau Pak dibawa. Asal dirawat. Pinggang saya sakit, jadi enggak bisa jalan,” jawab nenek Sinem.

Nenek Sinem juga mengatakan kepada Djarot bahwa ia merupakan warga asal Pacitan, Jawa Timur. Ia mengaku sudah tidak memiliki sanak saudara saat ini.

Baca juga ini : Camat, Lurah dan Score Card Jakarta Selatan

“Ibu Sinem besok atau lusa, Insya Allah akan kita jemput, kita rawat yang baik (di Dinas Sosial). Kalau beliau sehat, beliau bisa bantu kita karena beliau tukang urut. (Nanti) bisa urut bayi, urut pijet,” ujar pasangan Cagub Ahok ini.

Dalam kesempatan yang sama, Djarot juga menigatkan warga terkait pembuatan KJS di kelurahan.

“Sekarang izinkan kami merawat Mbok Sinem. Siapa pun yang minta bantuan selalu kita bantu. Ada yang nebus ijazah, sakit enggak bisa bayar, kita bayarin. Enggak kita tanya kok agamanya apa,” ujar dia.