Kebayoran > Laporan Utama

Social Media Week Jakarta 2017

Bijak dalam Menerima Informasi dari Medsos

Selasa, 12 September 2017 13:19 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Rachli Anugrah Rizky

Chairman Social Media Week Jakarta 2017, Antonny Liem
Chairman Social Media Week Jakarta 2017, Antonny Liem
Foto : Rachli Anugrah Rizky

Share this








Chairman Social Media Week Jakarta 2017, Antonny Liem, mengungkapkan agar setiap orang bijak dalam menerima informasi dari medsos.

SENAYAN – Saat ini, media sosial atau medsos tidak hanya berfungsi untuk ajang interaksi semata. Seiring perkembangannya, medsos dapat menyebarkan bahkan menghasilkan sebuah informasi layaknya media massa. Akan tetapi, informasi yang terkandung dalam medsos masih perlu dipastikan kebenarannya.

Seperti yang dikatakan oleh Chairman Social Media Week Jakarta 2017, Antonny Liem, kebenaran informasi yang ada di medsos bukan hanya persoalan Indonesia tapi juga seluruh dunia. Melihat kondisi itu, lanjutnya, beberapa raksasa dunia maya seperti Facebook dan Google berusaha untuk membatasi penyebaran informasi yang kurang literasi tersebut.

"Mereka masih terus berusaha untuk mengurangi atau membatasi pergerakan penyebaran berita yang negatif atau hoax. Selain itu, penyempitan pergerakan penyebaran informasi juga tidak hanya dari user tapi harus masif dari semua sisi," tuturnya di Senayan City, Jakarta, pada Senin (11/9/2017).

Pria menjabat sebagai Chief Executive Officer PT Merah Cipta Media ini juga menilai untuk user terutama kaum milenial sudah jauh lebih cermat dalam menggunakan medsos. Akan tetapi, dibandingkan dengan user dengan usia yang lebih tua atau pemula menggunakan medsos biasanya cenderung menganggap informasi atau berita yang ada di internet itu asli.

"Maka juga, dibutuhkan ajang seperti Social Media Week ini. Di mana mereka mendapat informasi sekaligus bisa belajar mengenai media sosial dan teknologi dari para pakarnya," ucapnya.

Anntonny juga memberi tips sederhana dalam bermedia sosial, yaitu bijak sebelum memposting. Kemudian, perlu disadari belum tentu semua informasi yang ada di internet maupun media sosial benar adanya.

“Jadi, informasi atau berita tersebut tidak perlu ditanggapi secara mendalam. Cukup dibaca dan dipahami serta yang terpenting melakukan pemeriksaan kembali literasi di luar media sosial,” tutupnya.