Kebayoran > Laporan Utama

APWI Pacu Pewarta Wisata untuk Terus Memberikan Informasi

Selasa, 12 Desember 2017 10:55 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Rachli Anugrah Rizky

Pewarta Wisata Diberikan Apresiasi Lewat APWI
Pewarta Wisata Diberikan Apresiasi Lewat APWI
Foto : Azhari Setiawan

Share this








Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2017 memacu para pewarta untuk terus memberikan informasi kepada wisatawan serta memajukan pariwisata.

JAKARTA  - Melalui Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2017, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan apresiasi kepada para pewarta wisata karena membantu kemajuan pariwisata Indonesia dengan menyebarkan informasi kepada wisatawan.

Pada APWI ke-13 ini, sebanyak 187 tulisan dan bukti tayang dari seluruh kategori yang dikirimkan ke panitia. Tema yang diangkat pada APWI 2017 ini adalah “Pesona 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Sebagai Bali Baru” sesuai dengan keinginan pemerintah untuk mengembangkan destinasi pariwisata baru.

Adapun Dewan Juri APWI 2017 terdiri dari Ketua ASEANTA Indonesia/Industri Elly Hutabarat, perwakilan Akademisi Himawan Brahmantyo, perwakilan media dari Majalah Ekslusif Wahyu Indrasto, Kementerian Pariwisata Noer Sardono, dan perwakilan komunitas Wahyu Aji.

Para dewan juri tersebut melakukan seleksi sesuai tema APWI 2017 dan mendapatkan 106 karya yang lolos seleksi kemudian menetapkan 5 nominasi pemenang dari setiap kategori.

Total hadiah pada APWI 2017 ini adalah 200 juta rupiah yang akan diberikan kepada 25 pemenang dari seluruh kategori. Setiap kategori dipilih 5 pemenang mulai dari harapan 2, harapan 1, juara 3, juara 2, dan juara 1.

Berikut ini daftar juara satu dari setiap kategori, Efri Ritonga dari Koran Tempo utuk kategori surat kabar, Fatris M.F dari Majalah Destinasian untuk kategori majalah, Galih Lintartika dari Surabaya.tribunnews.com untuk kategori media online, Teguh Sudarisman dari TGIFmag.com untuk kategori blogger, Program Dari Langit TV One untuk kategori televisi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan, anugerah ini bukan hanya untuk mengapresiasi, tetapi melalui APWI diharapkan juga mampu memacu para pewarta wisata membuat karya tulisan atau tayangan program televisi yang menginformasi.

"Informasi berbagai event atau atraksi, amenitas serta aksesibilitas yang mendukung daya saing destinasi pariwisata untuk menarik minat wisatawan," ujarnya di Balairung Soesilo Soedarman, Kantor Kementrian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta, Senin (11/12/2017).

Pagelaran APWI ini juga diisi dengan tarian tradisional Lomes De Molas dari Labuan Bajo, Napak Igeul dari Betawi, dan penampilan dari D’Masiv.