Kebayoran > Laporan Utama

Alasan Polisi Pisahkan Massa Pro dan Kontra Ahok Sangat Jauh

Selasa, 10 Januari 2017 10:53 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono
Foto : Chandra Purnama

Share this





Polisi memutuskan memperlebar jarak antara kedua massa tersebut agar tidak terjadi kericuhan seperti terjadipada sidang sebelumnya.

PASAR MINGGU – Pihak kepolisian memisahkan massa pro dan kontra Ahok dengan jarak yang cukup jauh. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya kericuhan seperti persidangan sebelumnya.

Argo menjelaskan, sebelumnya pihak kepolisian sudah melakukan koordinasi dengan massa pro dan kontra Ahok. Atas dasar itu, pihaknya memutuskan memperlebar jarak antara kedua massa tersebut. "Itu bagian dari cara bertindak kepolisian untuk mengamankan sidang," kata Argo di Gedung Kementrian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Argo menambahkan, untuk sidang kelima ini, pihak kepolisian tidak mengubah cara pengamanan. Hanya merubah penempatan personil kepolisian dari yang sebelumnya. "Sebenarnya sama ya (pengamanan), cuma pengamanan berbedanya di sini jalan di sini ditutup dialih arus. Kalau kemarin tetap lewat dengan padat merayap," beber Argo.

Sebelumnya diberitakan, massa pendukung Ahok dan kontra Ahok kembali melakukan aksi saat sidang kelima perkara Ahok digelar hari ini. Berbeda dengan aksi mereka pada sidang keempat, pada aksi mereka di sidang kelima, kedua belah kubu melakukan aksi sekitar 100 meter jauhnya dari lokasi sidang. Mereka pun dibatasi dengan kawat berduri, mobil baracudan, dan water canon, serta dijaga oleh banyak personel kepolisian.

Untuk diketahui, sidang lanjutan perkara dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) digelar hari ini, Selasa 10 Januari 2017. Sidang hari ini merupakan sidang kelima dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) itu akan kembali digelar di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Saat ini, Ahok berstatus sebagai terdakwa perkara dugaan penistaan agama. Pernyataannya terkait Surat Al-Maidah Ayat 51 membawanya ke meja hijau. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ahok dengan Pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman penjara paling lama lima tahun.