Kebayoran > Laporan Utama

Ada Sidang Ahok, Jalan RM Harsono Ditutup

Selasa, 10 Januari 2017 10:02 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Suasana di luar Kementrian Pertanian yang disesaki massa pro dan kontra Ahok
Suasana di luar Kementrian Pertanian yang disesaki massa pro dan kontra Ahok

Share this





Polisi mengimbau agar warga mencari alternatif lain jika hendak menuju Kebun Binatang Ragunan.

PASAR MINGGU – Jalan Raya RM Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ditutup total. Jalan yang biasa digunakan sebagai akses warga dari dan menuju Kebun Binatang Ragunan, tidak boleh dilintasi kendaraan apa pun termasuk Transjakarta.

Jalur itu ditutup total sebab ada sidang lanjutan kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Gedung Kementerian Pertanian. Jalanan bakal ditutup sepanjang sidang berlangsung.

Kapala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengimbau warga mencari alternatif lain jika hendak menuju Kebun Binatang Ragunan.

"Masyarakat agar jangan melewati depan RM Harsono sini karena ditutup silahkan untuk melewati jalur yang lain dengan arah dari petugas kepolisian yang di lapangan," kata Argo di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Akses jalan RM Harsono, bukan hanya ditutup bagi kendaraan. Warga yang berjalan kaki juga tidak bisa melintas. Sebab, polisi juga sudah memasan kawat berduri di jalan tersebut.

Kawat duri sengaja dipasang untuk membatasi lokasi aksi massa pedemo. Selain kawat duri, mobil anti huru hara seperti water canon dan barracuda juga sudah bertengger.

Pengamanan sidang kelima Ahok tampak lebih ketat. Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan menyebut lebih dari 2.000 personel diterjunkan buat mengawal jalannya sidang.

Pantauan di lapangan, polisi berjaga di segala sudut Gedung Kementan. Personel juga ditempat mengatur lalu lintas di beberapa tempat, dekat Gedung Kementan.

Hari ini sidang lanjutan kasus Ahok kembali digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi.

 







Kebayoran > Laporan Utama

Di Jaksel, Ahok-Djarot Dapat Suara Terbanyak

Jumat, 24 Februari 2017 10:51 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : M Nashrudin Albaany

Ahok-Djarot
Ahok-Djarot

Share this





Hasil rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta di tingkat Kota Jakarta Selatan, Ahok-Djarot unggul.

KEBAYORAN BARU – Hasil rekapitulasi suara, Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul di daerah pemilihan Jakarta Selatan. Pasangan yang diusung Partai Gerinda dan PKS ini memperoleh total 557.767 suara.

Sementara pasangan incumben memperoleh 465.524 suara, dan perolehan suara terendah diraih paslon, Agus-Sylvi yang hanya memperoleh 117.363 suara.

"Total jumlah suara sah Pilkada DKI di wilayah Jakarta Selatan ada 1.200.654 suara," kata Komisioner KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos, di Kebayoran Baru, Jumat (24/2/2017).

Betty menuturkan, rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kota/kabupaten telah dilakukan pada Kamis (23/2/2017) kemarin. Selanjutnya, rekapitulasi akan dilakukan di tingkat provinsi pada Minggu (26/2/2017) mendatang.

Menurut dia, hasil rekapitulasi berjenjang ini merupakan hasil resmi penghitungan suara Pilkada DKI Jakarta yang dilakukan oleh KPU DKI Jakarta. "Selain di wilayah Jakarta Selatan, rekapitulasi juga sudah selesai di empat kota/kabupaten lain. Saat ini hanya tinggal di wilayah Jakarta Timur yang masih dilakukan penghitungan suara. Insya Allah hari ini selesai," terangnya.

Untuk diketahui, hasil rekapitulasi perhitungan suara di Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu, pasangan Ahok-Djarot unggul.







Kebayoran > Laporan Utama

Realisasikan 200 RPTRA, Ahok Rayu Pemilik Consumer Good

Kamis, 23 Februari 2017 14:29 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : M Nashrudin Albaany

RPTRA Baung
RPTRA Baung

Share this





Meskipun telah dianggarkan dalam APBD DKI Tahun Anggaran 2017 untuk membangun RPTRA sebanyak 200 unit, Ahok akan melobi para CSR.

PASAR MINGGU – Guna merealisasikan target pembangunan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) sebanyak 200 pada Tahun ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan gencar melakukan pendekatan perusahaan consumer good.

"Makanya, sekarang cepet-cepet dideketin produk customer good. Bisa bagi-bagi minuman kan lumayan," ujar Ahok di RPTRA Baung, Pasar Minggu, Jakarta Selayan, Kamis (23/2/2017).

Karena itu, pada peresmian RPTRA Baung hari ini, Ahok mempersilakan pihak Nestle untuk menaruh logo perusahaannya di area sekitar tempat bermain anak tersebut. Menurut dia, penempatan logo perusahaan tersebut di area RPTRA tidak akan mengganggu aktivitas warga.

"Saya kira orang Jakarta tidak keberatan kalau papan basket yang ada di sini dikasih dan ditempel logo merk Nestle," kata Dia.

Mantan Bupati Belitung Timur ini pun mengaku tidak mempermasalahkan jika kawasan RPTRA Baung nantinya akan digunakan oleh pihak Nestle untuk melakukan promosi produknya. "Ya, enggak masalah kalau mau promosiin produknya disini. Asal gratis," lanjutnya.

RPTRA Baung sendiri, dilengkapi dengan berbagai fasilitas sebagaimana terdapat di RPTRA lainnya. Seperti lapangan serbaguna, sarana bermain anak, tanaman hidroponik, tanaman obat keluarga,  kolam ikan, PKK Mart dan sebagainya.







Kebayoran > Laporan Utama

Anies-Sandi Lirik Strategi Baru

Jumat, 17 Februari 2017 14:04 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : M Nashrudin Albaany

Anies-Sandi di DPP Partai Gerindra. (Baany)
Anies-Sandi di DPP Partai Gerindra. (Baany)

Share this





Cagub Anies Baswedan angkat bicara terkait putaran kedua untuk meladeni kekuatan suara Ahok-Djarot.

KEBAYORAN BARU - Pilkada DKI Jakarta 2017 berpotensi menghadapi putaran kedua. Persaingan ketat terjadi atas torehan suara anatar paslon Ahok-Djarot dan Anies-Sandi.

Cagub Anies Baswedan angkat bicara terkait putaran kedua untuk meladeni kekuatan suara Ahok-Djarot.

"Nanti kami akan cari jalan keluarnya. Tapi secara garis besar, hasil ini adalah bukti bahwa warga Jakarta ingin perubahan. Dan ini adalah tantangan kedepan untuk memberikan jawaban akan adanya gubernur baru yang bisa memberikan perubahan," kata Anies di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017) malam.

Evaluasi perolehan suara rendah, kata dia, akan menjadi perhatian tim pemenangan.

"Kalau secara hitung-hitungan TPS, sebenarnya kami yang menang. Tapi perbedaannya hanya di TPS yang jumlah pemilihnya lebih besar dari pasangan nomor urut dua," kata dia.

Demi memastikan suara tinggi, ia mengatakan akan melihat kembali wilayah-wilayah memiliki potensi besar meraih suara.

"Sedang kami cari, nanti begitu ada dikabari," ujar dia.

"Kami juga ingin terus memaparkan program ke masyarakat. Karena dari hasil temuan kami, mereka yang sudah melihat dan mendengar visi dan misi kami, ternyata lebih 60 warga suka dan mendukung," kata dia.

 

 







Kebayoran > Laporan Utama

Anies-Sandi Kalahkan Ahok-Djarot di TPS Ini

Rabu, 15 Februari 2017 17:32 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : M Nashrudin Albaany

Anies di TPS 28. (Baany)
Anies di TPS 28. (Baany)

Share this





Perolehan suara Anies-Sandi mencapai 337 suara, disusul paslon Ahok-Djarot dengan 169 suara.

CILANDAK - Proses penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 28 di Jalan H Nasiin, RT 06/04 Kelurahan Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan telah selesai.

Di TPS yang menjadi tempat pemungutan suara Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan dan keluarga, Anies unggul atas dua pesaingnya yaitu Agus-Sylvi dan Ahok-Djarot.

Pantauan infonitas.com di lokasi, puluhan warga hadir langsung di TPS menyaksikan hasil pengitungan suara. Sejumlah personel kepolisian pun nampak berjaga untuk mengamankan lokasi.

“Yes,” seru warga di TPS  28 sambil bertepuk tangan dengan kompak mendengar jagoan mereka meraih suara tertinggi, Rabu (15/2/2017).

Sementara saat suara bagi pasangan lain dihitung, warga nampak hening. Penghitungan dimulai sejak Pukul 14.00 WIB. Perolehan suara Anies-Sandi mencapai  337 suara, disusul paslon Ahok-Djarot dengan 169 suara.

Terendah, terdapat paslon Agus-Syli hany menoreh 22 suara dari total 570 suara di TPS tersebut. Sedangkan jumlah DPT ternyata mencapai 698 jiwa dan terdapat dua surat suara tak sah.

Pencoblosan di TPS ini selesai tepat pukul 13.00 WIB. Usai istirahat dan makan siang, petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) langsung melakukan proses perhitungan.

 

 







Kebayoran > Laporan Utama

Di TPS Sendiri, Agus Keok Lawan Ahok

Rabu, 15 Februari 2017 16:18 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Proses penghitungan suara di TPS 06 Rawa Buaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tempat Agus mencoblos.
Proses penghitungan suara di TPS 06 Rawa Buaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tempat Agus mencoblos.

Share this





Dari total 485 surat suara di TPS 06 Rawa Barat, Kebayoran Baru, Agus-Sylvi meraih 127 suara, Ahok-Djarot meraih 286 suara, Anies – Sandi 66 suara.

KEBAYORAN BARU - Paslon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat kangkangi dua pesaingnya yakni Paslon Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) - Sylviana Murni dan Anies Baswedan - Sandiaga Uno dalam hasil pemungutan suara di TPS 06 Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tempat di mana AHY mencoblos.

Berdasarkan hasil penghitungan dari total 485 surat suara, paslon nomor urut satu Agus-Sylvi memperoleh 127 suara, sedangkan Paslon Ahok-Djarot mendapatkan suara tertinggi dengan 286 suara. Lalu yang mendapatkan suara terendah dengan total 66 suara ditempati oleh Paslon Anies-Sandi.

"Kami selesai melakukan penghitungan dan mendapati enam surat suara yang dinyatakan tidak sah," kata Ketua Kelompok Pemilihan Pemungutan Suara (KPPS) TPS 06 Rawa Barat, Habsari Kuspurwahati, Rabu (15/2/2017).

Diketahui, TPS 06 Kelurahan Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan merupakan tempat dimana Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggunakan hak pilihnya. Agus beserta istri Annisa Pohan, menggunakan hak pilihnya sekira pukul 09.30 WIB pagi tadi.







Kebayoran > Laporan Utama

Ahok - Djarot Pantau Quick Count di Rumah Mega

Rabu, 15 Februari 2017 11:22 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : DBS

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Ahok – Djarot.
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Ahok – Djarot.

Share this





Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Ahok-Djarot berencana menuju ke Kebagusan untuk melakukan pemantauan bersama.

JAKARTA – Usai memberikan hak pilihnya di TPS 027, Kebagusan, Jakarta Selatan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berencana memantau hasil hitung cepat (quick count) dan penghitungan riil (real count), bersama calon gubernur dan wakil gubernur DKI nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Ahok-Djarot berencana menuju ke Kebagusan untuk melakukan pemantauan bersama. Djarot telah tiba terlebih dahulu di kediaman Megawati setelah mencoblos di TPS 08 Kuningan, Jakarta Selatan. Djarot ditemani istri, Happy Farida.

"Direncanakan Pak Djarot dan Pak Ahok datang ke Kebagusan untuk melakukan pemantauan bersama terhadap real count dan quick count," ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017).

Semantara itu, Ahok mengatakan, usai mencoblos didirnya berencna menuju kediaman Megawati. Dia akan makan siang bersama Ketum PDIP Megawati. ."Makan siang sama Bu Mega. Ada Pak Oso juga kali ya," kata Ahok di TPS 54, Pluit, Jakarta Utara, Rabu (15/2).







Kebayoran > Laporan Utama

Sidang Ahok Besok Hadirkan 4 Saksi Ahli

Minggu, 12 Februari 2017 15:25 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

Sidang Ahok
Sidang Ahok

Share this





Saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan bukan lagi saksi fakta, melainkan saksi ahli.

JAKARTA – Sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) digelar besok di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan. Pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) rencananya akan menghadirkan 4 saksi ahli.

Keempatnya adalah, Prof. Dr. Muhammad Amin Suma selaku ahli agama Islam; Dua ahli hukum pidana, yakni Dr. Mudzakkir dan Dr. Abdul Chair Ramadhan; dan  ahli Bahasa Indonesia Prof. Mahyuni.

“Sidang-sidang selanjutnya, JPU tidak lagi menghadirkan saksi fakta. Saksi yang dihadirkan adalah saksi ahli,” ucap anggota tim advokasi dan hukum Ahok, Ronny Talapessy, Minggu (12/2/2017).







Kebayoran > Laporan Utama

Kapolda : Siapapun Gubernurnya, Jakarta Harus Tetap Aman

Kamis, 09 Februari 2017 15:49 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan

Share this





Meskipun terjadi silang pendapat antara pasangan calon dan para pendukungnya, hal ini diharapkan tidak akan mempengaruhi kedamaian di Jakarta.

KEBAYORAN BARU –Jelang Pilkada DKI Jakarta 15 Februari2017, Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan mengungkapkan siapapun yang akan menduduki kursi panas DKI satu, Ibu Kota harus tetap dalam kondisi aman.

Hal tersebut disampaikan oleh Iriawan, usai berkoordinasi dengan Pangdam Jaya, Mayjen Teddy Lhaksmana dalam rangka menjaga keamanan saat pelaksanaan Pilkada DKI. "Siapapun gubernurnya yang penting Jakarta tetap dalam keadaan aman, karena Jakarta ini barometer Indonesia," tegas Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017).

Selain itu, meskipun terjadi silang pendapat antara pasangan calon dan para pendukungnya, hal ini diharapkan tidak akan mempengaruhi kedamaian di Jakarta. Bahkan, Iriawan menegaskan, tidak ada perpecahan antar golongan di DKI.

"Tidak ada masalah, buktinya debat publik kanan kiri satu dua tiga tidak ada masalah. Kemarin ada nomor tiga di Jakarta Utara tidak ada masalah. Semua komitmen damai," jelas Iriawan.

Lebih jauh, mantan Kadiv Propam Mabes Polri ini menanggapi banyaknya berita hoax yang bermunculan. Menurut Iriawan, masyarakat sudah pandai memilah milih bahan bacaan. Mana yang patut diserap mana yang patut dipertanyakan kebenarannya.

"Isu itukan banyak di medsos (media sosial). Media mainstream juga tidak mengangkat itu karena memang itu jamannya digital. Jaman media sosial yang luar biasa sehingga ada berita hoax," tukas pria yang pernah menjabat Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya.







Kebayoran > Laporan Utama

GP Ansor Jakarta Selatan Batal Geruduk Rumah Lembang

Selasa, 07 Februari 2017 16:01 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Ilustrasi GP Ansor
Ilustrasi GP Ansor

Share this





Pembatalan tersebut setelah adanya mediasi antara polisi dan GP Ansor yang hendak ke posko pemenangan Ahok – Djarot di Lembang, Jakarta Pusat.

MAMPANG PRAPATAN – Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengurungkan niat menggeruduk posko kemenangan pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, yang rencananya akan dilakukan Selasa (7/2/2017) sore.

Pembatalan tersebut setelah adanya mediasi antara Kapolsek Metro Mampang, Kompol Syafei dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Budi Hermanto, dengan Ketua Cabang GP Ansor Jakarta Selatan.

"Bahwasanya giat geruduk ke rumah Lembang Ahok-Djarot, di Menteng, Jakarta Pusat dibatalkan," ucap Kepala Subbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Purwanta saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/2/2017).

Purwanta menambahkan, sebagai ganti agenda tersebut, pihak GP Ansor akan menggelar sholat berjamaah di Mushola Annajah, Jalan Tegal Parang Utara No. 30, Mampang, Jakarta Selatan. "Setelah itu membubarkan diri," tutup Purwanta.

Sebelumnya diketahui, GP Ansor Jakarta membenarkan perihal adanya surat ke pihak berwajib terkait rencana aksi di posko pemenangan Ahok-Djarot di Rumah Lembang, Jakarta Pusat.

Dalam surat tersebut, GP Ansor Jakarta Selatan berencama menggelar aksi pada Selasa (7/2/2017), pukul 14.00 WIB sampai 18.00 WIB. Jumlah peserta diperkirakan mencapai 500 orang.







Kebayoran > Laporan Utama

Rizieq Sebut Tim Kuasa Hukum Ahok Hina Ulama

Rabu, 01 Februari 2017 20:26 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Chandra Purnama

Habib Rizieq
Habib Rizieq

Share this





Ia tidak terima tudingan yang diarahkan kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin dari tim kuasa hukum Ahok.

KEBAYORAN BARU - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq mengecam perlakuan tim kuasa hukum terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok),

Rizieq tidak terima tudingan yang diarahkan kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin saat memberikan kesaksian di sidang ke-8 kasus penistaan agama.

Menurut Rizieq, perlakuan kepada Ma'ruf merupakan penghinaan yang tidak seharusnya dilakukan oleh kepada pemuka agama.

Sebab, saat dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama, Ma'ruf merupakan saksi fakta.

"Para Habib dan GNPF, kami tidak terima ketua umum MUI yang sekaligus Rois Am PBNU pada saat beliau hadir di persidangan Ahok sebagai saksi dari MUI dihinakan oleh Ahok dan dihinakan oleh pengacaranya. Siap bela ulama? siapa bela MUI?," seru Rizieq di depan ribuan simpatisan FPI, Selasa (1/2/2017).

Oleh sebab itu, Rizieq meminta kepada seluruh umat Islam yang berharap keadilan ditegakkan agar mengawal setiap persidangan kasus dugaan penistaan agama.

"Karena itu saya meminta ke umat Islam untuk terus kawal sidang Ahok. Ahok tidak boleh bebas, betul?, siap banjiri sidang Ahok?," teriak Rizieq.

Selain itu, pria yang belakangan juga dituding memiliki skandal dengan tersangka makar Firza Husein ini menyerukan perjuangan dalam mengawal aksi bela Islam.

"Apakah kami difitnah, apakah kami dipenjara, apakah kami dibunuh, demi Allah umat Islam harus tetap melanjutkan perjuangan untuk membela agama dan negara," tegas Rizieq.

Seperti diketahui, sebelumnya Ahok menyatakan berbagai keberatannya atas kesaksian Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin dalam sidang kasus penistaan agama kedelapan di Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1) kemarin.

Namun, dalam sidang tersebut pernyataan Ahok kemudian banyak mendapat kritikan dari berbagai pihak.