Kebayoran > Laporan Utama

22 Bangunan Bantaran Kali Jelawe Dibongkar

Kamis, 12 Januari 2017 15:46 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Pembongkaran bangunan di bantaran Kali Jelawe
Pembongkaran bangunan di bantaran Kali Jelawe

Share this





Kali Jelawe sepanjang 300 meter dan lebar 7 meter tertutup habis oleh bangunan permanen warga yang mayoritas memiliki dua lantai.

KEBAYORAN BARU – Sebanyak 22 bangunan permanen di bantaran Kali Jelawe, Jakarta Selatan dibongkar petugas, pada Rabu (11/1/2017) sore. Pembongkaran tersebut dilakukan oleh warga sekitar, lantaran telah mendapat peringatan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan.

Menurut Lurah Gunung, Kebayoran Baru, Noor Muchyadi mengatakan dalam pembongkaran tersebut turut diterjunkan alat berat karena bangunan di sepanjang Kali Jelawe sudah permanen. "Hari ini sebagian membongkarnya dibantu petugas PPSU, Satpol dan jajaran terkait," kata dia di lokasi, Rabu (11/1/2017).

Noor mengatakan, Kali Jelawe sepanjang 300 meter dan lebar 7 meter tertutup habis oleh bangunan permanen warga yang mayoritas memiliki dua lantai. Sebelum pembongkaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan sudah menyurati Lurah Gunung agar warga setempat untuk melakukan pembongkaran.







Kebayoran > Laporan Utama

Ada Gatot Kaca di TPS Anies Baswedan

Rabu, 15 Februari 2017 11:24 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : M Nashrudin Albaany

Gatot Kaca di TPS 28 Anies Baswedan. (Baany)
Gatot Kaca di TPS 28 Anies Baswedan. (Baany)

Share this





TPS 28 di RT 06/04 Kelurahan Cilandak Barat, Cilandak, Kebayoran Baru ini memiliki hiburan dari kreativitas warga.

CILANDAK - Ada hal unik dan menarik di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan mencoblos. TPS 28 di RT 06/04 Kelurahan Cilandak Barat, Cilandak, Kebayoran Baru ini memiliki hiburan dari kreativitas warga.

Warga sekitar dikejutkan kehadiran sosok Gatot Kaca yang muncul di TPS. Ternyata, salah satu tokoh pewayangan ini berasal dari media opini.id yang bernama Wawan Kurniawan. Menurut dia, ada alasan khusus mengapa memilih pakai kostum Gatot Kaca.

"Gatot Kaca merupakan sosok kesatria yang tidak berpihak kepada siapa pun. Ini simbol netralitas," kata Wawan kepada infonitas.com di TPS 28 RT 06/04 Cilandak Barat, Kebayoran Baru, Rabu (15/2/2017).

Dalam kesempatan itu, dia mengajak warga agar menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani di Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Jangan golput, gunakan hak pilih anda untuk masa depan Jakarta 5 tahun kedepan," ucapnya.

Menurut dia, media opini.id mengangkat tema Pilkada adem dan menargetkan kepada para pemilih pemula.

"Yang kami inginkan tentu saja Pilkada berjalan dengan lancar dan siapa pun gubernurnya mampu membawa Jakarta ke arah yang lebih baik," lanjutnya.

Wawan menjelaskan, sosok Gatot Kaca tidak hanya ada di TPS tempat Ahok menyoblos. "Gatot Kaca ada di tiap TPS masing-masing calon gubernur," ungkapnya.

Kehadirannya pun sempat menarik perhatian warga yang hendak mencoblos. Tak jarang warga memintanya untuk sekedar foto bareng.

"Ini unik, selama Pemilu sebelumnya, saya baru pertama kali lihat ada Gatot Kaca di TPS," kata Andi (24), salah seorang pemilih.

 

 

 







Kebayoran > Laporan Utama

Habib Rizieq Penuhi Panggilan Polisi

Rabu, 01 Februari 2017 12:54 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Chandra Purnama

Habib Rizieq
Habib Rizieq

Share this





Habib Rizieq dipanggil sebagai saksi atas kasus dugaan makar dengan tersangka Rachmawati Soekarnoputri.

KEBAYORAN BARU - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq memenuhi panggilan penyidik Subdit Kemanan Negara (Kamneg) Dit Reskrimum Polda Metro Jaya. Kedatangan pentolan FPI tersebut sebagai saksi atas kasus dugaan makar dengan tersangka Rachmawati Soekarnoputri Cs.

Sebelum memasuki Gedung Dit Reskrimum, Habib sempat berujar, dia memang ada pertemuan dengan putri sang proklamator tersebut. "Rachmawati pernah datang ke rumah saya, sebaliknya saya juga pernah datang ke rumah Ibu Rachmawati," ujar Rizieq di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017).

Selain itu, Riziq pun mengakui, Rachmawati ikut dalam aksi bela Islam (411). "Bu Rachmawati juga pernah ikut 411 bersama-sama, juga ada pertemuan di beberapa even dengan ormas Islam dan ormas Nasionalis," beber Rizieq.

Meski begitu, Rizieq membantah pertemuan dengan Rachmawati merupakan siasat untuk melaksanakan pemufakatan jahat terhadap penguasa yang sah atau makar. "Jadi, hanya sebatas kegiatan aksi 411 aksi 212," tukas Rizieq.

Sebagai informasi, selain Habib Rizieq, penyidik Kamneg juga akan memeriksa Juru Bicara FPI, Munarman dan Ketua GNPF, Bakhtiar Nasir. Keduanya diketahui juga sudah datang memenuhi panggilan penyidik.







Kebayoran > Laporan Utama

PPK Kebayoran Baru Siapkan Ruang Khusus Penghitungan Surat Suara

Senin, 30 Januari 2017 13:41 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Chandra Purnama

Pilkada DKI
Pilkada DKI

Share this





PPK Kebayoran Baru menyiapkan 1 ruang khusus di kantor kecamatan untuk penghitungan surat suara.

KEBAYORAN BARU – KPU Jakarta Selatan akan mengirim surat suara ke masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Karena itu, PPK menyiapkan ruang khusus menyimpan logistik Pilkada DKI tersebut sebelum dikirim ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) se-Kebayoran Baru.

Ketua PPK Kebayoran Baru, Achmad Arie Setyadi, mengatakan ruang khusus tersebut berada di kantor kecamatan. “Saya sudah dapat izin dari camat untuk menggunakan ruangan tempat menyimpan kotak,” ujarnya, Senin (30/1/2017).

Ia menambahkan, untuk menghindari kecurangan, hanya anggota PPK dan PPS yang boleh masuk ruangan tersebut. “Kami yakin, tidak ada penyelenggara Pemilu yang melakukan kecurangan saat penghitungan surat suara,” tuturnya.

 







Kebayoran > Laporan Utama

Ruko Mie Ayam 88 Kebayoran Baru Terbakar

Minggu, 15 Januari 2017 11:00 WIB
Editor : Andi MZ | Sumber : DBS

Ilustrasi kebakaran
Ilustrasi kebakaran

Share this





Ruko resto Mie Ayam 88 yang terletak di Jalan Kyai Maya Kebayoran Baru terbakar tadi pagi. Kerugian hampir mencapai Rp 500 juta

KEBAYORAN BARU – Ruko resto mie Ayam 88 yang terletak di Jalan Kyai Maja 77 RT 13/03, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan terbakar, pada Minggu (15/1/2017) pagi. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian diperkiran hampir mencapai Rp 500 juta.

Untuk memadamkan api, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin PKP) Jakarta Selatan menurunkan 14 mobil pemadam. “Kami menerima kabar pada pukul 05.25. Api baru kami kuasai pada pukul 07.05,” ujar Usman, Kepala Sektor I Kebayoran Lama, Minggu (15/1/2017).

Ia menceritakan api berasal dari lantai 3 kemudian merambat ke lantai 4. Usman menduga ruko tersebut terbakar karena unsur kesengajaan. “Diduga ada unsur kesengajaan,” tutur Usman tanpa membeberkan indikasinya.

 







Kebayoran > Laporan Utama

Warga Bantaran Kali Jelawe Bongkar Bangunannya Sendiri

Kamis, 12 Januari 2017 09:34 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Warga melakukan kerja bakti melakukan pembongkaran bangunan
Warga melakukan kerja bakti melakukan pembongkaran bangunan

Share this





Maraknya bangunan liar diatas Kali Jelawe membuat kawasan tersebut rentan banjir.

KEBAYORAN BARU – Ribuan warga di Jalan Hang Lekir RT 11/06, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan membongkar sendiri bangunannya yang berdiri diatas Kali Jelawe, Jakarta Selatan. Pembongkaran tersebut merupakan upaya normalisasi kali untuk mengatasi banjir  yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Camat Kebayoran Baru Fidiyah Rokhim menuturkan, maraknya bangunan liar diatas Kali Jelawe membuat kawasan tersebut rentan banjir. "Setelah puluhan tahun, akhirnya warga menyadari kesalahannya dan hari ini membongkar sendiri bangunannya yang mengokupasi kali," ujarnya dilokasi, Rabu (11/1/2017).

Sementara itu, Ketua RT 11/06 Kelurahan Gunung, Haryo Hendro menambahkan jika hujan besar datang kawasan tersebut kerap didera banjir. "Kami memang salah membangun bangunan tambahan sehingga menutupi badan kali. Akibatnya jika hujan deras, rumah di sini kebanjiran sekitar 30-50 centimeter,” terangnya.

Seperti diketahui, Kali Jelawe sepanjang 300 meter dan lebar 7 meter tertutup habis oleh bangunan permanen warga yang mayoritas memiliki dua lantai. Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan sudah menyurati Lurah Gunung agar warga setempat untuk melakukan pembongkaran.