Selasa, 28 Agustus 2018 15:14:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya
Icip Ramen Vegetarian Khas Negeri Sakura
Menu ramen vegetarian di Yoisho Ramen
Foto : Azhari Setiawan
 

KEBAYORAN - Pecinta vegetarian hampir dipastikan tak dapat mencicipi kenikmatan ramen. Sebab, mie khas Jepang tersebut kerap disajikan bercampur kaldu ayam dan sejumlah potongan daging. Bertentangan dengan misi kaum vegetarian yang mengharuskan menyantap sajian berbahan sayur mayur.

Kini, kaum vegatarian tak perlu lagi ragu mencicipi ramen. Di Yoisho Ramen, tersaji ramen bercita rasa vegetarian. Berbahan aneka sayuran yang tergolong menu makanan sehat (health food).

Owner Yoisho Ramen Bimanindra Hartarto mengakui, ramen kerap dihindari kaum vegetarian. Dari kegundahan itulah, dirinya berusaha menghadirkan ramen vegetarian tanpa menghilangkan cita rasa ala Jepang.

Salah satu menu vegetarian terbaik bernama Miso Yasai Ramen. Kuah sup berasal dari olahan susu kacang kedelai. Ditemani tofu goreng, tomat dan jagung panggang, nori, marinated menma, suiran jamur kikurage, sayur bok-choy dan biji wijen. Menu lezat ini dibanderol seharga Rp 62 ribu.

"Kehadiran menu ramen vegetarian berasal dari keluhan teman. Dia vegetarian dan tidak bisa mencicipi ramen. Saya coba-coba akhirnya bisa juga bikin ramen vegetarian ini," katanya, saat ditemui di Yoshio Ramen, Rabu (8/8/2018).

Dipastikannya, ramen yang disajikan berbahan segar. Proses pembuatannya pun tak instan. Kacang kedelai direndam selama tiga hari untuk menghasilkan cita rasa lezat. "Untuk mie nya saja, kita produksi sendiri. Pakai mesin pribadi. Jadi semua olahan bahan makanan yang tersaji tergolong fresh," ungkapnya.

Menu unggulan Yoisho Ramen lainnya, yaitu Shio Paitan. Berbumbu racikan rahasia dengan topping seperti daging ayam bakar char siu, marinated adjitama egg, shredded kikurage mushroom, marinated menma dan shredded spring onion. Menu ini dihargai Rp 60 ribu dan Rp 65 ribu untuk pecinta pedas.

Camilan unggulannya, yakni Tori Karaage. Menu olahan daging paha ayam melewati dua kali proses goreng. Tentunya, kulit daging ayam sudah dibersihkan terlebih dahulu sebelum proses goreng.

"Ini khas camilan Jepang. Dihargai Rp 35 ribu dan Rp 45 ribu jika ditambah topping keju," tandasnya.

Dia mengakui, proses pembuatan ramen ala Jepang didapatkannya saat bekerja di restoran ramen saat berkuliah di New York Amerika Serikat. Usai menyandang gelar sarjana, dia pun kembali mendalami minat pada dunia kuliner ramen di Jepang.

"Saya punya guru di Jepang yang mengajari saya bagaimana cara membuat ramen. Dia juga sering ke sini untuk mengontrol perkembangan bisnis ramen yang saya jalani," paparnya.

Meski berpatokan Jepang, dipastikannya Yoisho Ramen tetap mengunggulkan cita rasa khas Indonesia. Menurutnya, lidah orang Jepang tentu berbeda dengan Indonesia. Tidak akan cocok jika semua diadopsi dari Jepang.

"Banyak teman-teman saya meragukan jika ramen disesuaikan cita rasa Jepang. Tapi saya coba memberanikan diri lebih ke cita rasa Indonesia. Toh rasanya justru lebih enak. Bisa dicoba di sini," tutupnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda