Jumat, 19 Januari 2018 16:00:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Rachli Anugrah Rizky
Agneya Terinspirasi Cara Masak Zaman Dahulu
Restoran Agneya yang berada di Jalan Wijaya IX, Kebayoran Baru dari tampak depan.
Foto : Azhari Setiawan
 

KEBAYORAN - Warisan keanekaragaman kuliner Indonesia menjadi inspirasi restoran Agneya. Bukan hanya menunya, cara pengolahan masakan masyarakat Indonesia pada zaman dahulu yang lebih banyak dibakar juga bisa menjadi inspirasi cara masak saat ini.

Seperti diterangkan oleh General Manager Agneya Donna Lizara, di mana restoran Agneya menerapkan konsep open kitchen yang menonjolkan metode pengolahan menu hidangan dengan cara dibakar.

Alat pembakarannya pun merupakan kombinasi tradisional dan modern. Hampir semua bahan terlebih dahulu diolah dengan dibakar.
"Ini juga masih terinspirasi dari cara pengolahan masakan Indonesia zaman dahulu yang mayoritas dibakar," ceritanya.

Donna mencontohkan seperti bahan dari menu gado-gado. Jagung yang ada dalam menu gado-gado ini terlebih dahulu dibakar. Hal itu dilakukan guna menambah aroma dari bahan tersebut.

"Hidangan di sini hampir semua dibakar, dan kita lebih menonjolkan dalam hal itu. Bahan tentunya pakai yang segar," ujarnya.

Selain itu, sebagai arang untuk membakarnya menggunakan kayu nangka. Kayu nangka diklaim oleh pihaknya lebih padat dan lebih awet, serta dapat menambah ciri khas aroma dari bahan-bahan yang dibakar.

Berbagai menu khas Nusantara ditawarkan seperti Nasi Goreng Ayam, Bakar Bambu, Sate Ayam, Gado-Gado, Tumis Bunga Pepaya, Soto Ayam, Ayam atau Bebek Betutu.

Soal harga, makanan, minuman, dan hidangan penutup dibanderol berkisar Rp 32 ribu hingga Rp 198 ribu.

Restoran Agneya sendiri terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama berkapasitas sekitar 170 pengunjung, lantai dua berkapasitas sekitar 150 pengunjung, sedangkan lantai tiga berkapasitas sekitar 30 pengunjung dan lantai ini lebih dikhususkan untuk private room.

Penggunaan meja dan kursi serta suasana yang didominasi warna coklat membuat terasa homey. Dibeberapa bagian dalam dinding juga tergambar skesa wajah, naga, dan penari serimpi dari susunan keramik.

Saat berada di dalam, pengunjung juga dapat melihat secara jelas ke bagian luar restoran karena sebagian besar dinding restoran berupa kaca.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda