Kebayoran > Komunitas

Selamatkan Generasi Muda dari Bahaya Rokok

Jumat, 19 Mei 2017 09:26 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Ichwan Hasanudin

Komunitas Wanita Indonesia Tanpa Tembakau
Komunitas Wanita Indonesia Tanpa Tembakau.
Foto : istimewa

Share this








Secara medis, jalur kecanduan rokok dan narkoba sama, yaitu otak. Efeknya juga sama, kesenangan sesaat. Karenanya kita harus selamatkan generasi muda

KEBAYORAN BARU - Rokok bisa menjadi salah satu pintu masuk penggunaan narkoba. Secara medis, rokok memiliki efek kecanduan yang sama dengan narkoba. Bahkan untuk berhenti, rokok punya proses yang lebih sulit. Hal itu dikatakan Ketua Umum Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Titi Hatta di sela-sela acara memperingati Hari Tanpa Tembakau se-Dunia di Senopati 8, Kebayoran Baru, Rabu (17/5).

“Ada masukan dari beberapa (orang) yang sudah menggunakan narkoba, dia bisa berhenti. Namun rokok benar-benar sulit untuk berhenti. Itu sangat prihatin,” kata Titi usai seminar Bahaya Rokok Konvesional dan Rokok Modern. Diakuinya, ini bukan hanya merupakan tugas dari WITT saja. Semua elemen masyarakat harus saling bergandengan tangan menyelamatkan generasi mendatang dari bahaya rokok.

Sebagai Ketua Umum WITT, Titi meminta kepada pemerintah untuk bisa menekan tingkat produksi rokok. Bukan hanya itu, pemerintah juga harus mampu menetapkan harga rokok yang tidak terjangkau oleh anak-anak dan memastikan rokok tidak dijual eceran. “Kita bisa berkiblat dari nagara2 lain, kenapa negara lain bisa, kenapa negara kita tidak bisa,” terangnya.

Baca Juga : Komunitas Hoki Ladies, Utamakan Sistem Kekeluargaan

Kepala Bidang Pemberdayaan Meayarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta Emma Suryaningtya mengatakan rokok bisa menjadi salah satu pintu masuk orang untuk penyalahgunaan narkoba. “Saat ini per hari 40-50 orang meninggal akibat panyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Lanjut Emma, pengguna narkoba adalah orang-orang dengan usia produktif. Mulai dari usia 10 – 59 tahun. “Siapa saja bisa terkena dari anak-anak, pelajar, profesional, pejabat, artis dan elemen masyarakat lainnya,” ucapnya. Adapun jenis narkoba yang banyak digunakan adalah ganja, sabu dan ekstasi.

Baca Juga :Sindrom Brugada, Penyakit yang Membunuh Saat Tidur