Selasa, 18 September 2018 16:15:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Sumber : Beritajakarta.id
Mengenal Bank Sampah Induk Satu Hati
Bank Sampah Induk Satu Hati (Ist)
Foto : istimewa
 

KEBAYORAN - Dibentuk untuk mengurangi jumlah sampah di TPA Bantargebang, Bank Sampah Induk Satu Hati kini menjadi kebanggan warga Jakarta Barat. Bagaimana tidak, kehadiran komunitas ini turut memberikan sumbangsih besar bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Kasudin LH Jakarta Barat, Edi Mulyanto mengatakan, setiap harinya  Bank Sampah Induk Satu Hati menampung sekitar 820 ton sampah anorganik dari 775 bank sampah unit yang tersebar di delapan wilayah kecamatan.

"Omzet  Bank Sampah Induk Satu Hatu sejak Januari hingga Agustus 2018 telah mencapai Rp 2,6 miliar. Sementara dari Agustus 2017 hingga 2018 omzet sekitar Rp 4,1 miliar," ujarnya, Senin (10/9).

Dia menambahkan, total nasabah dari 775 bank sampah unit di Jakarta Barat hingga saat ini tercatat sebanyak 336.000 warga. Mereka memilah sampah anorganik yang mempunyai nilai ekonomi dan menyetor ke bank sampah unit di wilayah masing-masing.

"Kami mensiagakan 15 truk untuk mengangkut sampah anorganik dari 775 BSU di delapan kecamatan untuk dibawa ke BSI Satu Hati di Komplek Kebersihan DKI," jelasnya.

Edi optimis, jumlah BSU di Jakarta Barat terus bertambah di masa mendatang. seiring dengan tumbuhnya kesadaran warga memilah sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis. "Nantinya, pembuangan ke TPA Bantargebang bisa dikurangi secara maksimal," tandas Edi.

Dilirik Negara Asing

Kesuksesan Bank Sampah Induk Satu Hati mengelola dan memberdayakan sampah menjadi nilai jual pun dilirik negara asing Antara lain, India, Filipina, Singapura, Vietnam, Malaysia dan Australia.

Perwakilan dari mereka menyambangi Bank Sampah Induk (BSI) Satu Hati yang terletak di Cengkareng, Jakbar, Kamis (13/9). Kehadiran merupakan bagian dari 45 negara yang mengikuti Asian Games 2018.

"Mereka datang, karena berharap bisa mengambil sistem yang baik dari program ayo menabung sampah ini. Apalagi sebagai negara tetangga, mereka punya permasalahan yang sama soal sampah,” tandasnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda