Jumat, 23 Februari 2018 14:15:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Wildan Kusuma
Komunitas Eboard Jakarta
Komunitas Eboard Jakarta berupaya mengenalkan olahraga ini kemasyatakat luas.
Foto : istimewa
 

KEBAYORAN - Electric Skateboard atau eboard, mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat. Eboard sendiri merupakan salah satu olahraga ekstrim yang baru hadir di Indonesia. Guna memperkenalkannya, pada April 2017 lalu dibentuklah komunitas Eboard Jakarta (eboardjkt).

Pada dasarnya, eboard seperti papan seluncur atau skateboard. Namun, bedanya eboard menggunakan motor sebagai penggerak dan dikontrol oleh remote untuk mengendalikan kecepatan. Sementara Skateboard menggunakan hanya menggunakan kaki dan keseimbangan tubuh untuk memainkannya.

Hal itu diterangkan Muhammad Arif Radhian, salah satu founder Eboard Jakarta. Ia menjelaskan, terbentuknya komunitas Eboard Jakarta sendiri atas inisiasi dari pria pemilik sapaan akrab Arieb bersama rekannya Ayit. Salah satu dari mereka bertemu dengan Arieb di kegiatan car free day (CFD), saat itu menggunakan eboard.

"Awalnya sendiri, pas CFD ketemu dengan Ayit yang saat itu pakai eboard juga. Lalu kita komunikasi, dan coba buat komunitas," ujarnya kepada Info Kebayoran, Selasa (21/2/2018).

Mereka berdua kembali bertemu dengan salah seorang yang juga penyuka eboard yakni Erick Saujana dan Alit yang berprofesi sebagai youtuber. Memanfaatkan profesinya, Alit pun turut memperkenalkan eboard ke masyarakat luas.

Seiring berjalannya waktu, komunitas ini memiliki sekitar 20 anggota dari berbagai daerah. Soal kegiatan, biasanya komunitas ini berkumpul bareng saat CFD. Di sana, mereka bertemu bermain eboard bersama dan saling sharing mengenai perkembangan eboard.

Eboard yang dimiliki oleh para anggota biasa dibuat hasil modifikasi sendiri. Ada yang berukuran besar maupun kecil menggunakan panny board (papan skateboard ukuran kecil). Kecepatannya pun bervariasi, ada yang mencapai 30 kilometer per jam.

Tak hanya itu, komunitas Eboard Jakarta juga kadang kala adakan kegiatan night ride dengan mengelilingi satu kawasan, misalnya kawasan SCBD Sudirman. Lokasi tersebut dipilih karena kondisi jalannya yang cukup nyaman. Night ride biasanya dilakukan mulai dari pukul 4 sore hingga 9 malam.

"Kita juga mencari jalan yang nyaman untuk dilintasi," kata Arieb. Lanjutnya, komunitas Eboard Jakarta juga tak ragu untuk mengajak komunitas lainnya untuk kumpul bersama, seperti dengan komunitas long board dan sebagainya.

Ke depannya sendiri Arieb berharap, komunitas Eboard Jakarta bisa dikenal lebih luas lagi serta dibuatkan jalur khusus eboard. Selain itu, dirinya juga berharap, eboard bisa menjadi salah satu solusi transportasi di kota besar seperti Jakarta.

"Sekarang ini juga kita sedang coba berkomunikasi ke pemerintah. Tiap kali posting kegiatan ke Instagram, biasanya kita mention ke Presiden Jokowi," harapnya.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda